Erdogan: AS Harus Hengkang, Manbij akan Dikembalikan ke Pemiliknya

Rabu, 07 Februari 2018 - 02:12 WIB
Erdogan: AS Harus Hengkang,...
Erdogan: AS Harus Hengkang, Manbij akan Dikembalikan ke Pemiliknya
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pasukan Amerika Serikat (AS) harus hengkang dari Kota Manbij, Suriah. Menurutnya, pasukan Turki akan mengembalikan kota tersebut kepada pemilik yang sebenarnya.

Seruan terhadap Washington itu disampaikan Erdogan di parlemen Turki pada hari Selasa. Dia memuji operasi militer Turki di Afrin, Suriah, baru-baru ini yang membuat para “teroris” tidak aktif lagi. Ankara menganggap kelompok Kurdi di wilayah Afrin sebagai teroris.

Dalam seruannya, pemimpin Turki itu mengolok-olok Washington.“Kapan Anda akan selesai dengan kami mengajukan pertanyaan, kapan Anda menyelesaikan operasi Anda di Afghanistan? Kapan Anda menyelesaikan operasi Anda di Irak? Sudah 18 tahun,” kata Erdogan, seperti dikutip dari Hurriyet, Rabu (7/2/2018).

Dia menggambarkan kehadiran militer Amerika di Suriah sebagai oportunis. Menurutnya, Washington memiliki perhitungan untuk melawan Turki, Iran dan mungkin Rusia pada saat ini setelah kelompok Islamic State atau ISIS telah banyak dikalahkan.

Erdogan juga bersumpah bahwa Turki akan mengembangkan sektor pertahanannya dan mengurangi ketergantungan pada sistem pertahanan buatan asing.

Pekan lalu, Jenderal Joseph Votel, Kepala Komando Pusat Amerika Serikat, mengatakan bahwa menarik diri pasukan AS dari kota yang strategis adalah bukan sesuatu yang dicari Washington.

Seruan Erdogan muncul hanya seminggu setelah pernyataan serupa dari Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga mendesak pasukan AS segera meninggalkan Manbij.

Sebagai tanggapan, juru bicara koalisi internasional anti-ISIS yang dipimpin AS, Kolonel Ryan Dillon, mengatakan bahwa Washington tidak akan meninggalkan sekutunya Kurdi.

”Turki tahu di mana pasukan kita berada di Manbij, dan apa yang mereka lakukan di sana, dan mengapa mereka berada di sana—untuk mencegah adanya eskalasi antara kelompok-kelompok yang berada di daerah itu,” kata Dillon kepada media Kurdi.

”Koalisi akan terus mendukung Pasukan Demokrat Suriah (SDF) kita dalam perang melawan ISIS. Kami telah mengatakan ini selama ini, dan kami telah mengatakan hal ini dengan elemen Kurdi SDF. Kami akan memberi mereka peralatan yang diperlukan untuk mengalahkan Daesh,” imbuh dia menggunakan istilah Arab untuk menyebut ISIS.

Pasukan Turki telah menyeberang ke Suriah pada akhir Januari dalam upaya untuk mendorong pasukan Kurdi yang didukung AS keluar dari Kota Afrin. Erdogan telah memperingatkan bahwa serangan dengan kode nama ”Operation Olive Branch” dapat segera menargetkan "teroris" di Manbij, yang berjarak 100 km sebelah timur Afrin.
(mas)
Berita Terkait
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
3 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
4 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
5 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
6 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
7 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
8 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved