Raja Salman Tegaskan Hak Palestina Beribukota di Yerusalem
Kamis, 11 Januari 2018 - 02:33 WIB
Raja Salman Tegaskan Hak Palestina Beribukota di Yerusalem
A
A
A
RIYADH - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi menelepon Presiden Mahmoud Abbas untuk menegaskan dukungan Riyadh terhadap kemerdekaan Palestina. Raja Saudi itu menyatakan, Palestina berhak merdeka dan beribukota di Yerusalem.
Presiden Abbas mengucapkan terima kasih kepada Raja Salman atas dukungan tersebut.
Mengutip laporan kantor berita negara Saudi, SPA, semalam (10/1/2018), Penjaga Dua Masjid Suci; Raja Salman, membahas Palestina melalui pembicaraan telepon dengan Presiden Abbas.
Raja Saudi juga menyoroti pentingnya upaya terus-menerus untuk menemukan solusi yang adil dan abadi untuk masalah Palestina sesuai dengan resolusi internasional yang relevan.
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan meminta pemindahan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota suci itu segera.
Keputusan Trump telah memicu kemarahan dunia Arab dan Muslim yang berujung pada gelombang demonstrasi mematikan di Palestina.
Mesir mengajukan resolusi pembatalan pengakuan AS itu di Majelis Umum PBB. Dalam voting di Majelis Umum PBB, AS dan Israel kalah.
Arab Saudi dikenal sebagai sekutu AS di Timur Tengah. Namun, Riyadh menjadi bagian dari ratusan negara anggota PBB yang mendukung resolusi pembatalan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Presiden Abbas mengucapkan terima kasih kepada Raja Salman atas dukungan tersebut.
Mengutip laporan kantor berita negara Saudi, SPA, semalam (10/1/2018), Penjaga Dua Masjid Suci; Raja Salman, membahas Palestina melalui pembicaraan telepon dengan Presiden Abbas.
Raja Saudi juga menyoroti pentingnya upaya terus-menerus untuk menemukan solusi yang adil dan abadi untuk masalah Palestina sesuai dengan resolusi internasional yang relevan.
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan meminta pemindahan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota suci itu segera.
Keputusan Trump telah memicu kemarahan dunia Arab dan Muslim yang berujung pada gelombang demonstrasi mematikan di Palestina.
Mesir mengajukan resolusi pembatalan pengakuan AS itu di Majelis Umum PBB. Dalam voting di Majelis Umum PBB, AS dan Israel kalah.
Arab Saudi dikenal sebagai sekutu AS di Timur Tengah. Namun, Riyadh menjadi bagian dari ratusan negara anggota PBB yang mendukung resolusi pembatalan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
(mas)