Krisis Yerusalem Memanas, Abbas Temui Raja Salman

Selasa, 19 Desember 2017 - 10:47 WIB
Krisis Yerusalem Memanas,...
Krisis Yerusalem Memanas, Abbas Temui Raja Salman
A A A
RAMALLAH - Di tengah krisis Yerusalem yang semakin memanas, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dijadwalkan menemui Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud di Riyadh, Arab Saudi, pada hari Selasa (19/12/2017).

Abbas bersama Raja Salman dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman akan membahas pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Jadwal pertemuan Abbas dan Raja Arab Saudi itu disampaikan Duta Besar Palestina untuk Arab Saudi, Bassam al-Agha, hari Senin.

Al-Agha mengatakan kepada Voice of Palestine bahwa perjalanan pemimpin Palestina tersebut mencerminkan koordinasi yang berkelanjutan antara Abbas dan Raja Salman.

Baca: 14 dari 15 Anggota DK PBB Tolak Status Yerusalem, AS: Penghinaan!

Namun, kunjungan Abbas terjadi di tengah kekhawatiran Palestina yang melihat respons Saudi yang lemah terhadap langkah Trump. Banyak negara, termasuk Indonesia, mendesak AS membatalkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Raja Salman sejatinya telah mengutuk keputusan sepihak Presiden Trump tersebut. Pernyataan sikap pemimpin Saudi ini pernah disampaikan saat negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT-LB) di Istanbul beberapa waktu lalu.

”Kerajaan telah menyerukan sebuah solusi politik untuk menyelesaikan krisis regional, yang terpenting adalah masalah Palestina dan pemulihan hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak untuk mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya,” kata Raja Salman, saat itu.

Baca juga: Raja Salman: Hak Palestina Merdeka Beribukota di Yerusalem Timur

Keputusan Presiden AS Donald Trump, lanjut Raja Salman, mewakili bias ekstrem terhadap hak-hak rakyat Palestina di Yerusalem yang telah dijamin oleh resolusi internasional.

“Saya mengulangi penghukuman Kerajaan dan penyesalan yang kuat atas keputusan AS mengenai Yerusalem, karena menghapus hak-hak bersejarah rakyat Palestina di Yerusalem,” imbuh pemimpin Kerajaan Saudi ini.

Terkait polemik Yerusalem, pemimpin senior Palestina dilaporkan mempertimbangkan alternatif untuk merumuskan strategi baru untuk menangani Israel dan AS dalam sebuah pertemuan di Ramallah pada hari Senin malam. Para pemimpin senior itu, termasuk komite eksekutif PLO, Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah, menteri hingga kepala keamanan Palestina.

Pertemuan itu untuk menekankan bahwa AS telah kehilangan perannya sebagai mediator dan untuk membahas pembatalan Kesepakatan Oslo 1993.

Hamdallah, sebelum pertemuan tersebut, mengatakan bahwa langkah AS tidak akan pernah memberi legitimasi kepada Israel di Yerusalem.”Atau di setiap inci tanah kami dan tidak akan pernah dapat mengubah identitas, sifat dan sejarah Yerusalem yang merupakan Kota Kristen-Islam Arab Palestina dan ibu kota abadi negara Palestina,” kata Hamdallah.

“Tidak mungkin ada negara Palestina tanpa Yerusalem menjadi ibukotanya dan tanpa itu tidak akan pernah ada kedamaian di wilayah ini atau seluruh dunia,” ujarnya, seperti dikutip Jerusalem Post.
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
AS: Belum Ada Kesepakatan...
AS: Belum Ada Kesepakatan Normalisasi Israel-Arab Saudi
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Arab Saudi Kutuk Keras...
Arab Saudi Kutuk Keras Agresi Israel di Wilayah Palestina
Arab Saudi Kecam Keputusan...
Arab Saudi Kecam Keputusan Israel Bangun 800 Unit Permukiman Baru
Panglima Militer AS...
Panglima Militer AS dan Arab Saudi Teleponan Bahas Perang Gaza dan Ancaman Houthi
Berita Terkini
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
58 menit yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
3 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
3 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
4 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
5 jam yang lalu
Infografis
Karier Militer Mayjen...
Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved