AS Sebut Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis terhadap Rohingya

Rabu, 22 November 2017 - 23:31 WIB
AS Sebut Myanmar Lakukan...
AS Sebut Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis terhadap Rohingya
A A A
WASHINGTON - Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS), Rex Tillerson, mengatakan bahwa tindakan militer Myanmar terhadap populasi minoritas Muslim Rohingya merupakan pembersihan etnis. Pernyataan Tillerson ini datang beberapa hari sebelum kunjungan Paus Franciscus ke Myanmar.

Tillerson mengatakan Rohingya telah mengalami kekejaman yang mengerikan. Sebagai akibatnya, AS mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi yang ditargetkan terhadap mereka yang bertanggung jawab.

"Setelah melakukan analisis menyeluruh terhadap fakta-fakta yang ada, jelas bahwa situasi di negara bagian Rakhine utara merupakan pembersihan etnis terhadap Rohingya," kata Tillerson dalam sebuah pernyataan.

"Pelanggaran ini oleh beberapa orang diantaranya militer Myanmar, pasukan keamanan, dan warga setempat telah menyebabkan penderitaan yang luar biasa dan memaksa ratusan ribu pria, wanita, dan anak-anak untuk meninggalkan rumah mereka di Myanmar untuk mencari perlindungan di Bangladesh," sambungnya seperti dikutip dari BBC, Rabu (22/11/2017).

Ia mengatakan AS menginginkan penyelidikan independen atas kejadian di negara bagian Rakhine dan sanksi terhadap mereka yang bertanggung jawab dapat menyusul.

"Mereka yang bertanggung jawab atas kekejaman ini harus dimintai pertanggungjawabannya," tegasnya.

Komentar Tillerson mencerminkan sikap keras AS terhadap Myanmar dalam beberapa hari ini. Dalam satu hari kunjungan ke negara itu pekan lalu, dia mengatakan bahwa Washington sangat prihatin dengan laporan tentang kekejaman yang meluas.

Ia pun mendesak pemerintah dan pasukan keamanan Myanmar untuk menghormati hak asasi manusia dari semua orang yang berada di dalam batasannya.

Retorika AS yang lebih ketat muncul setelah sebuah delegasi, yang dipimpin oleh Senator Jeff Merkley, baru-baru ini kembali dari kunjungan ke Myanmar dan Bangladesh.

Anggota delegasi tersebut mengatakan bahwa mereka terganggu oleh laporan serangan terhadap Rohingya, termasuk pemerkosaan dan pembunuhan anggota keluarga.

Sebelumnya pada bulan September lalu, kepala hak asasi manusia PBB Zeid Raad Al Hussein juga menuduh Myanmar melakukan pembersihan etnis.

Rohingya adalah minoritas tanpa kewarganegaraan yang telah lama mengalami penganiayaan di Myanmar, juga dikenal sebagai Burma. Lebih dari 600 ribu orang telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh sejak kekerasan meletus di negara bagian Rakhine pada akhir Agustus.
(ian)
Berita Terkait
AS: Penindasan Myanmar...
AS: Penindasan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya adalah Genosida
Junta Myanmar Tolak...
Junta Myanmar Tolak Tuduhan AS Soal Genosida Muslim Rohingya
Pengadilan AS Diminta...
Pengadilan AS Diminta Paksa Facebook Rilis Data Pejabat Myanmar
Rohingya Tuntut Facebook...
Rohingya Tuntut Facebook Rp2,8 Kuadriliun karena Memicu Genosida di Myanmar
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Berita Terkini
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
10 menit yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
41 menit yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
1 jam yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
6 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
11 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved