Trump Ingin Utak-atik Kesepakatan Nuklir, Iran Marah

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 08:23 WIB
Trump Ingin Utak-atik...
Trump Ingin Utak-atik Kesepakatan Nuklir, Iran Marah
A A A
TEHERAN - Pemerintah Iran mengekspresikan kemarahannya atas sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin memperkuat persyaratan kesepakatan nuklir Teheran. Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan, tidak ada negosiasi ulang terhadap perjanjian internasional tersebut.

Trump dalam pidatonya di Gedung Putih memang memutuskan untuk melanjutkan kesepakatan nuklir tahun 2015 antara Teheran dan enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Jerman, Prancis, Inggris dan China). Namun, Trump meminta Kongres “mengutak-atik” kesepakatan yang sudah final itu dengan memperkuat persyaratannya.

Keputusan Trump yang melanjutkan kesepakatan nuklir itu berbeda dengan sikap awalnya yang ingin agar AS membatalkannya. Sikap awal pemimpin Gedung Putih itu sempat membuat Teheran kesal.

”Tidak ada presiden yang dapat mencabut kesepakatan internasional. Iran akan terus menghormati komitmennya berdasarkan kesepakatan tersebut,” kata Rouhani dalam sebuah pidato yang disiarkan secara langsung di televisi.

Pemimpin Teheran ini menganggap tidak ada yang baru dari pidato Trump selain mengumbar “tuduhan palsu dan penghinaan” terhadap rakyat Iran.

”Namun, jika suatu saat kepentingan kita tidak dilayani, kita tidak akan ragu sejenak pun dan akan meresponsnya,” tegas Rouhani.

Trump memberikan waktu 60 hari kepada Kongres AS untuk memutuskan apakah akan mengajukan kembali sanksi ekonomi kepada Teheran yang dicabut pada tahun 2016. Sikap presiden Amerika ini yang tidak bisa diterima Iran.

”Kesepakatan akan tetap utuh dan tidak ada artikel atau paragraf yang akan ditambahkan atau dikurangi darinya. Kesepakatan nuklir tidak dapat dinegosiasi ulang,” kata Rouhani, seperti dikutip Reuters, Sabtu (14/10/2017).

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah memperingatkan Washington mengenai langkahnya yang salah. Dia mengatakan, Iran akan berhenti menerapkan kesepakatan nukir jika ada sanksi yang diajukan kembali oleh Washington.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Iran Umumkan Perundingan...
Iran Umumkan Perundingan Nuklir dengan Rusia dan China
Diplomat dari Lima Negara,...
Diplomat dari Lima Negara, Tanpa AS, Lanjutkan Perundingan Nuklir Iran
Iran: AS Jadikan Protes...
Iran: AS Jadikan Protes Mahsa Amini Alat Konsesi Perundingan Nuklir
Anggota Parlemen Iran:...
Anggota Parlemen Iran: Tentara AS Berisiko Neraka jika Perundingan Nuklir Gagal
Trump Surati Pemimpin...
Trump Surati Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei, Desak Perundingan Nuklir
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
2 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
3 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
5 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
6 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
7 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
8 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved