Swedia Stop Kasus Pemerkosaan Pendiri WikiLeaks Julian Assange

Sabtu, 20 Mei 2017 - 00:24 WIB
Swedia Stop Kasus Pemerkosaan...
Swedia Stop Kasus Pemerkosaan Pendiri WikiLeaks Julian Assange
A A A
STOCKHOLM - Kejaksaan Swedia memutuskan untuk menghentikan penyelidikan kasus pemerkosaan yang dituduhkan terhadap pendiri kelompok antikerahasiaan WikiLeaks, Julian Assange. Tuduhan ini telah menyiksa Assange karena membuatnya harus bersembunyi di Kedutaan Besar Ekuador di London sejak 2012.

Dia bersembunyi untuk menghindari ekstradisi ke Swedia untuk menghadapi tuduhan pemerkosaan terhadap seorang wanita pada tahun 2010. Assange bersembunyi di kedutaan itu berkat pemberian suaka dari pemerintah Ekuador.

Assange yang kerap dijuluki sebagai “penyadap” ini curiga bahwa dia akan diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) jika ditangkap oleh pihak kejaksaaan Swedia. AS sudah lama ingin menangkapnya untuk menghadapi tuduhan spionase menyusul bocornya ribuan dokumen rahasia yang dirilis situs WikiLeaks. Dokumen yang dibocorkan itu termasuk dokumen rahasia terkait perang Irak dan Afghanistan.

Assange awalnya dikenai tiga tuduhan penyerangan seksual di Swedia. Tiga tuduhan itu mencakup dua tuduhan penganiayaan seksual dan pemaksaan hubungan seksual secara tidak sah. Salah satu tuduhan dihentikan penyelidikannya pada tahun 2015 karena kasusnya melampaui batas waktu di mana Assange tidak dapat diadili.

Pendiri WikiLeaks itu pernah diinterogasi oleh jaksa Swedia, Ingrid Isgren, di dalam Kedutaan Ekuador pada bulan November 2016.

Namun, pada hari Jumat (19/5/2017), Otoritas Kejaksaan Swedia memutuskan menghentikan penyelidikan atas semua tuduhan pemerkosaan yang dituduhkan terhadap Assange. ”Kepala Jaksa Marianne Ny hari ini telah memutuskan untuk menghentikan penyelidikan mengenai dugaan pemerkosaan yang melibatkan Julian Assange,” bunyi pernyataan Kejaksaan Swedia, yang dilansir IB Times, Sabtu (20/5/2017).

Meski Kejaksaan Swedia menghentikan penyelidikan kasus tersebut, Assange tetap masih diincar pihak kepolisian Inggris.

“Pengadilan Westminster Magistrates mengeluarkan surat perintah penangkapan Julian Assange setelah dia gagal menyerahkan diri ke pengadilan pada tanggal 29 Juni 2012. Polisi Metropolitan berkewajiban untuk melaksanakan surat perintah tersebut jika dia meninggalkan Kedutaan Besar,” bunyi pernyataan Kepolisian Metropolitan London.
(mas)
Berita Terkait
Ilmuwan Ingatkan AS...
Ilmuwan Ingatkan AS Tidak Ikuti Langkah Swedia Kejar Kekebalan Kawanan
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Mantan PM Swedia Sebut...
Mantan PM Swedia Sebut Trump Ancaman bagi Demokrasi AS
Senat AS Restui Swedia...
Senat AS Restui Swedia dan Finlandia Jadi Anggota NATO
Berita Terkini
Siapa Walid Ahmad? Remaja...
Siapa Walid Ahmad? Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel Dikenal Pencetak Gol Terbanyak di Timnya
25 menit yang lalu
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
4 jam yang lalu
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump, Kok Bisa?
5 jam yang lalu
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
6 jam yang lalu
Siapa Haitham bin Tariq?...
Siapa Haitham bin Tariq? Raja Oman yang Ubah Konstitusi demi Naikkan Jabatan Putranya
7 jam yang lalu
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
8 jam yang lalu
Infografis
Presiden Biden Ingkar...
Presiden Biden Ingkar Janji, Ampuni Putranya atas 2 Kasus Pidana
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved