Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Rabu, 12 Maret 2025 - 03:22 WIB
loading...
Ruang Komando Siber AS. Foto/US Navy/MC1 Samuel Souvannason
A
A
A
LONDON - Badan intelijen Inggris dilaporkan mulai "menjatah" informasi apa yang akan diteruskan ke Amerika Serikat (AS) setelah pemilihan Donald Trump.
Tak hanya itu, tindakan Trump yang “menghancurkan” Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih bulan lalu telah memicu pembicaraan tentang pakta 'pemisahan' 'Four Eyes' untuk berbagi intelijen.
Sputnik menghubungi spesialis intelijen militer AS terkemuka untuk perincian tentang apa yang mungkin terjadi.
Sumber mengatakan kepada The Mail pada hari Minggu bahwa meskipun kerja sama untuk menyadap komunikasi elektronik bisa jadi 'sulit untuk dipisahkan', intelijen manusia oleh agen di lapangan dapat dicegah untuk dibagikan dengan AS, terutama "intelijen mentah, yang dapat sangat mengungkap sumber jika jatuh ke tangan yang salah."
Sementara itu, sumber diplomatik mengatakan kepada surat kabar itu bahwa badan intelijen AS "dalam keadaan panik" atas pendekatan Trump, dan secara aktif menghancurkan berkas-berkas tentang aset di Rusia.
Tak hanya itu, tindakan Trump yang “menghancurkan” Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih bulan lalu telah memicu pembicaraan tentang pakta 'pemisahan' 'Four Eyes' untuk berbagi intelijen.
Sputnik menghubungi spesialis intelijen militer AS terkemuka untuk perincian tentang apa yang mungkin terjadi.
Sumber mengatakan kepada The Mail pada hari Minggu bahwa meskipun kerja sama untuk menyadap komunikasi elektronik bisa jadi 'sulit untuk dipisahkan', intelijen manusia oleh agen di lapangan dapat dicegah untuk dibagikan dengan AS, terutama "intelijen mentah, yang dapat sangat mengungkap sumber jika jatuh ke tangan yang salah."
Sementara itu, sumber diplomatik mengatakan kepada surat kabar itu bahwa badan intelijen AS "dalam keadaan panik" atas pendekatan Trump, dan secara aktif menghancurkan berkas-berkas tentang aset di Rusia.
Lihat Juga :