Jenderal Kremlin Sebut Pasukan Khusus Rusia Masih di Suriah
Kamis, 24 Maret 2016 - 21:48 WIB
Jenderal Kremlin Sebut Pasukan Khusus Rusia Masih di Suriah
A
A
A
MOSKOW - Pemimpin militer Rusia di Suriah, Jenderal Alexander Dvornikov mengatakan, pasukan khusus Rusia telah membantu serangan udara di Suriah dan penasihat militer Rusia telah memainkan peran kunci dalam serangan tentara Suriah.
Ia mengatakan, jumlah pasukan khusus Rusia yang dikerahkan ke Suriah tidaklah banyak. Namun mereka menjalankan tugas intelijen untuk menentukan target serangan udara Rusia di Suriah, seperti dikutip dari New York Times, Kamis (24/3/2016).
Dvornikov juga mengatakan, selain memberikan perlindungan udara, Rusia juga mensuplai militer Suriah dengan sistem artileri, intelijen, sarana komunikasi dan peralatan lainnya. Rusia juga menyebar penasihat militernya untuk mengarahkan operasi militer di Suriah.
"Mereka bertugas untuk membantu rekan mereka asal Suriah dalam perencanaan dan melakukan aksi militer terhadap teroris dan juga membantu mereka belajar bagaimana menangani senjata Rusia," katanya.
Ia lantas mengungkapkan, saat ini militer Suriah tengah melakukan serangan terhadap kota bersejarah Palmyra. "Serangan ini akan memecah pasukan ISIS menjadi dua bagian dan membuka jalan untuk Raqqa dan Deir ez-Zor, dan menciptakan kondisi untuk mencapai perbatasan Irak dan membangun kontrol di sana," jelasnya.
Ia mengatakan, jumlah pasukan khusus Rusia yang dikerahkan ke Suriah tidaklah banyak. Namun mereka menjalankan tugas intelijen untuk menentukan target serangan udara Rusia di Suriah, seperti dikutip dari New York Times, Kamis (24/3/2016).
Dvornikov juga mengatakan, selain memberikan perlindungan udara, Rusia juga mensuplai militer Suriah dengan sistem artileri, intelijen, sarana komunikasi dan peralatan lainnya. Rusia juga menyebar penasihat militernya untuk mengarahkan operasi militer di Suriah.
"Mereka bertugas untuk membantu rekan mereka asal Suriah dalam perencanaan dan melakukan aksi militer terhadap teroris dan juga membantu mereka belajar bagaimana menangani senjata Rusia," katanya.
Ia lantas mengungkapkan, saat ini militer Suriah tengah melakukan serangan terhadap kota bersejarah Palmyra. "Serangan ini akan memecah pasukan ISIS menjadi dua bagian dan membuka jalan untuk Raqqa dan Deir ez-Zor, dan menciptakan kondisi untuk mencapai perbatasan Irak dan membangun kontrol di sana," jelasnya.
(ian)