Rusia Tegaskan Barat Dukung Para Teroris di Suriah

Jum'at, 06 Desember 2024 - 18:01 WIB
loading...
Rusia Tegaskan Barat...
Pasukan Rusia di Daraa, Suriah pada 1 September 2021. Foto/Yasser Alhatib/Anadolu Agency
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menegaskan Rusia memiliki laporan Amerika Serikat (AS) dan Inggris mungkin terlibat dalam mendukung militan yang berafiliasi dengan al-Qaeda yang saat ini sedang melakukan serangan di Suriah.

Kelompok pemberontak Hayat Tahrir-al-Sham (HTS), yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra, melancarkan serangan mendadak dari Idlib pekan lalu dan sejak itu telah menguasai Aleppo dan Hama.

Jurnalis AS Tucker Carlson bertanya kepada Lavrov siapa yang mendukung teroris di Suriah, selama wawancara yang ditayangkan pada hari Kamis (5/12/2024).

"Yah, kami punya beberapa informasi," tegas Lavrov. "Informasi yang beredar dan sudah menjadi domain publik, menyebutkan, antara lain, Amerika, Inggris. Beberapa orang mengatakan Israel tertarik untuk memperburuk situasi ini sehingga Gaza tidak berada di bawah pengawasan yang sangat ketat."

"Ini permainan yang rumit. Banyak aktor yang terlibat," ujar diplomat Rusia itu menambahkan.

Lavrov menjelaskan kepada Carlson bahwa Rusia, Iran, dan Turki menjadi penengah gencatan senjata di Suriah pada tahun 2017 dan sekali lagi pada tahun 2020, dengan menyebut Format Astana ini sebagai "kombinasi pemain yang berguna."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved