AS: Bantuan Rusia untuk Assad Bisa Picu Konfrontasi
Minggu, 06 September 2015 - 16:49 WIB
AS: Bantuan Rusia untuk Assad Bisa Picu Konfrontasi
A
A
A
BEIRUT - Rusia dikabarkan akan memperluas dukungan militernya pada Presiden Suriah Bashar al-Assad. Kabar yang belum dikonfirmasi kebenarannnya ini langsung mendapatkan reaksi balasan dari Amerika Serikat (AS).
Lewat Menteri Luar Negerinya, John Kerry, AS memperingatkan Rusia jika laporan itu benar adanya, maka hal itu dapat memicu konfrontasi dengan pasukan koalisi yang dipimpinnya.
"Bantuan itu bisa meningkatkan konflik, menyebabkan kerugian yang lebih besar kepada mereka yang tidak bersalah, meningkatkan arus pengungsi dan beresiko menimbulkan konfrontasi," ujar Kerry seperti dikutip dari New York Times, Minggu (6/9/2015).
Rusia telah menjadi sekutu bagi Assad dalam perang sipil di Suriah dan telah memberikan dukungan diplomatik serta persenjataan untuk membantunya dalam mempertahankan kekuasan. Moskow juga mempertahankan fasilitas Angkatan Laut di pelabuhan Suriah, Tartous, di Laut Mediterania.
Sebelumnya, muncul laporan yang menyatakan militer Rusia menggelar operasi militer di Suriah. Laporan itu awalnya dari pemberitaan media televisi Pemerintah Suriah, SANA, pada pekan ini yang menunjukkan video pasukan Rusia berjuang bersama pasukan loyalis Presiden Assad.
Video itu juga menunjukkan pasukan militer Rusia hadir di Suriah dengan kendaraan lapis baja. Pasukan Rusia itu disebut-sebut ikut memerangi pemberontak di kawasan Pegunungan Latakia, dekat pantai Mediterania wilayah Suriah.
Lewat Menteri Luar Negerinya, John Kerry, AS memperingatkan Rusia jika laporan itu benar adanya, maka hal itu dapat memicu konfrontasi dengan pasukan koalisi yang dipimpinnya.
"Bantuan itu bisa meningkatkan konflik, menyebabkan kerugian yang lebih besar kepada mereka yang tidak bersalah, meningkatkan arus pengungsi dan beresiko menimbulkan konfrontasi," ujar Kerry seperti dikutip dari New York Times, Minggu (6/9/2015).
Rusia telah menjadi sekutu bagi Assad dalam perang sipil di Suriah dan telah memberikan dukungan diplomatik serta persenjataan untuk membantunya dalam mempertahankan kekuasan. Moskow juga mempertahankan fasilitas Angkatan Laut di pelabuhan Suriah, Tartous, di Laut Mediterania.
Sebelumnya, muncul laporan yang menyatakan militer Rusia menggelar operasi militer di Suriah. Laporan itu awalnya dari pemberitaan media televisi Pemerintah Suriah, SANA, pada pekan ini yang menunjukkan video pasukan Rusia berjuang bersama pasukan loyalis Presiden Assad.
Video itu juga menunjukkan pasukan militer Rusia hadir di Suriah dengan kendaraan lapis baja. Pasukan Rusia itu disebut-sebut ikut memerangi pemberontak di kawasan Pegunungan Latakia, dekat pantai Mediterania wilayah Suriah.
(esn)