Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania

Rabu, 16 Desember 2020 - 02:02 WIB
loading...
Amerika Serikat Tuduh...
Menlu AS Mike Pompeo. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menuduh Rusia bekerja untuk mengacau kawasan Mediterania, terkait berbagai aksi mulai dari Libya hingga Suriah .

Menurut AS, tindakan Rusia itu bertujuan merusak tatanan internasional. Tuduhan itu dilontarkan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo.

“Moskow terus mengancam stabilitas Mediterania menggunakan berbagai teknik untuk menyebarkan disinformasi, merusak kedaulatan nasional, menabur kekacauan, konflik, dan perpecahan di dalam negara-negara di penjuru kawasan," ungkap Pompeo.

Dia secara khusus menyebutkan dukungan kuat Rusia untuk rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad, dan pengusiran diplomat Rusia dari Yunani pada 2018 atas tuduhan bahwa Moskow memicu penentangan pada perjanjian bilateral antara Athena dan Makedonia Utara yang menyelesaikan perselisihan panjang, dan perubahan nama Makedonia Utara. (Baca Juga: Menang Pilpres AS, Joe Biden: Demokrasi Menang!)

Perubahan nama negara menjadi Makedonia Utara itu penting untuk masuk ke NATO, yang terjadi awal tahun ini, karena Yunani telah lama menentang langkah tersebut tanpa perubahan nama negara. (Lihat Infografis: Media Israel: Indonesia Ingin Normalisasi Hubungan dengan Israel)

Utusan Rusia juga diusir karena tuduhan mereka mendukung kelompok sayap kanan dengan kedok mempromosikan warisan Ortodoks Yunani di negara itu. (Lihat Video: Kasus Rizieq Shihab, Bupati Bogor Dicecar 50 Pertanyaan)

Beralih ke Libya, Pompeo menuduh Moskow mendukung serangan jenderal Khalifa Haftar di ibu kota Tripoli. "Dan merusak upaya PBB untuk membawa perdamaian ke negara itu," papar Pompeo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Berita Terkini
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved