Dilaporkan Hilang, Seorang Tentara Turki Dirawat di RS Milik ISIS
Sabtu, 05 September 2015 - 22:55 WIB
Dilaporkan Hilang, Seorang Tentara Turki Dirawat di RS Milik ISIS
A
A
A
ANKARA - Seorang tentara Turki yang hilang di perbatasan dengan wilayah Suriah, dikabarkan telah ditangkap oleh ISIS. Saat ini, ia berada di sebuah rumah sakit yang dioperasikan oleh kelompok ekstrimis itu.
Laporan tersebut diturunkan oleh koran Hurriyet, yang dikutip oleh Reuters, Sabtu (5/9/2015). Menurut sumber-sumber keamanan mengutip laporan intelijen, Hurriyet Daily News melaporkan, tentara yang hilang itu mengalami luka di kakinya. Ia dibawa ke sebuah rumah sakit yang berada di dekat Aleppo. Namun, sejumlah pejabat Turki yang dimintai konfirmasinya menolak untuk berkomentar.
Jika kabar ini benar, maka hal ini akan menjadi masalah yang besar bagi Turki paska meningkatnya operasi militer terhadap ISIS sejak bulan Juli. Sebelumnya, ISIS juga pernah menyandera warga Turki.
Tahun lalu, ISIS menahan 46 warga Turki, termasuk seorang diplomat senior. Mereka ditawan selama 3 bulan lebih, sebelum akhirnya dibebaskan. Mereka dibebaskan karena saat itu Turki enggan terlibat dalam perang melawan ISIS.
Namun kini, kebijakan itu telah berubah. Turki telah memutuskan untuk membuka salah satu pangkalan udaranya untuk koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat guna menyerang basis ISIS. Tidak hanya itu, Turki pun ikut dalam operasi serangan udara memerangi ISIS.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang tentara Turki hilang dan lainnya tewas saat terjadi baku tembak dengan anggota ISIS di dekat kota Kilis, Turki. Kota ini berdekatan dengan wilayah Suriah yang telah berada di bawah kendali ISIS selama berbulan-bulan.
Laporan tersebut diturunkan oleh koran Hurriyet, yang dikutip oleh Reuters, Sabtu (5/9/2015). Menurut sumber-sumber keamanan mengutip laporan intelijen, Hurriyet Daily News melaporkan, tentara yang hilang itu mengalami luka di kakinya. Ia dibawa ke sebuah rumah sakit yang berada di dekat Aleppo. Namun, sejumlah pejabat Turki yang dimintai konfirmasinya menolak untuk berkomentar.
Jika kabar ini benar, maka hal ini akan menjadi masalah yang besar bagi Turki paska meningkatnya operasi militer terhadap ISIS sejak bulan Juli. Sebelumnya, ISIS juga pernah menyandera warga Turki.
Tahun lalu, ISIS menahan 46 warga Turki, termasuk seorang diplomat senior. Mereka ditawan selama 3 bulan lebih, sebelum akhirnya dibebaskan. Mereka dibebaskan karena saat itu Turki enggan terlibat dalam perang melawan ISIS.
Namun kini, kebijakan itu telah berubah. Turki telah memutuskan untuk membuka salah satu pangkalan udaranya untuk koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat guna menyerang basis ISIS. Tidak hanya itu, Turki pun ikut dalam operasi serangan udara memerangi ISIS.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang tentara Turki hilang dan lainnya tewas saat terjadi baku tembak dengan anggota ISIS di dekat kota Kilis, Turki. Kota ini berdekatan dengan wilayah Suriah yang telah berada di bawah kendali ISIS selama berbulan-bulan.
(esn)