Turki Penjarakan Pengantin ISIS Pertama dari Australia

Sabtu, 26 September 2020 - 22:02 WIB
loading...
Turki Penjarakan Pengantin...
Pengantin ISIS asal Australia, Zehra Duman. Foto/twitter/Nine Network
A A A
ANKARA - Pengantin ISIS pertama asal Australia , Zehra Duman, dipenjara di Turki selama tiga tahun setelah melarikan diri dari kamp pengungsi Suriah dengan dua anaknya.

Duman meninggalkan Melbourne untuk bergabung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Wanita berumur 26 tahun itu dihukum pekan ini setelah dinyatakan bersalah karena merekrut para pengantin untuk bergabung ISIS dan menyebarkan propaganda ISIS di media sosial.

Duman memiliki putra berumur empat tahun dan putri satu tahun yang kini ditahan di pusat perlindungan anak di provinsi Sanliurfa, Turki, sejak 17 Juli,” ungkap dokumen dari Direktorat Provinsi Layanan Sosial dan Tenaga Kerja lokal.

Menurut laporan SBS News, ibu Duman, Ozlem Coskun yang tinggal di Melbourne menyatakan putrinya telah mengirim kabar padanya pada pertengahan 2017 bahwa dia ingin mencoba meninggalkan Suriah dan kembali ke Australia.

Pada 2019, Coskun meminta pemerintah Australia memulangkan putri dan dua cucunya. Coskun menyatakan akan merawat anak dan cucunya itu.

Duman menjadi perekrut utama ISIS di media sosial. Dia mengunggah senapan mesin dan deretan mobil-mobil merah yang dicuri para teroris.

Pada Juli, pemerintah Australia menolak tekanan AS dan mengumumkan tidak akan memulangkan para istri dan anak pejuang ISIS yang terlantar di kamp pengungsi Suriah. Australia khawatir dengan virus corona dan keamanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Trump: Pemimpin Iran...
Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Terlibat Langsung dalam Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved