Pemimpin Oposisi di Pengasingan: Zelensky Sedang Hancurkan Ukraina!

Selasa, 17 Januari 2023 - 06:26 WIB
loading...
Pemimpin Oposisi di...
Viktor Medvedchuk saat masih menjabat (kiri) dan setelah ditangkap usai melarikan diri dari tahanan rumah (kanan). Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Mantan pemimpin oposisi parlemen Ukraina Viktor Medvedchuk memperingatkan kebijakan pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky yang berdasarkan kebencian dan sikap keras kepala terhadap Rusia pasti mendorong Ukraina ke dalam kemiskinan.

Viktor Medvedchuk, yang dipaksa ke pengasingan setelah ditangkap SBU (badan penerus KGB Soviet), mengklaim Kiev mendorong pendekatan yang sama di negara-negara Eropa lainnya.

Dia percaya sentimen berbahaya seperti itu bahkan dapat menyebabkan kebuntuan nuklir.

Partai politik Medvedchuk adalah yang terbesar kedua di parlemen Ukraina saat ini, sebelum dilarang tahun lalu.

Baca juga: Rusia Komentari Ledakan di Gedung Apartemen Ukraina

Sekarang seluruh faksi di parlemen dikendalikan dengan ketat oleh kelompok "Pelayan Rakyat" Zelensky.

Sebagai bagian dari penumpasan perbedaan pendapat, Presiden Zelensky secara pribadi menargetkan Medvedchu, yang merupakan pendukung rekonsiliasi dengan Rusia.

Klaim terbaru muncul dalam artikel yang diterbitkan pada hari Senin (16/1/2023) di surat kabar Rusia Izvestia, di mana Medvedchu memberikan pandangannya tentang akar dari perselisihan yang sedang berlangsung di Ukraina.

“Baik Zelensky dan pendahulunya Pyotr Poroshenko telah terpilih setelah kudeta tahun 2014 di Kiev dengan platform perdamaian, dan masing-masing melakukan putar balik setelah menjabat,” ungkap Medvedchuk, dilansir RT.com.

Dia berargumen bahwa ini menunjukkan pola pengkhianatan terhadap rakyat Ukraina oleh kepemimpinannya dan oleh apa yang dia sebut sebagai "partai perang".

“Bermusuhan dengan Rusia bertentangan dengan kepentingan ekonomi Ukraina,” tegas Medvedchuk.

Rusia tidak hanya merupakan pasar utama dan sumber bahan mentah yang dapat menguntungkan Ukraina, sektor industri negara itu sebagian besar berada di timur dan orang-orang di sana, yang karena alasan sejarah memiliki hubungan dengan Moskow, dimusuhi oleh Kiev.

“Kehancuran ekonomi adalah konsekuensi yang tak terhindarkan dari konflik,” tulis politisi itu.

“Bukan lagi Eropa (Barat) yang mengajarkan politik Ukraina, tetapi Ukraina yang mengajari Eropa bagaimana mencapai kemerosotan ekonomi dan kemiskinan dengan bantuan kebijakan kebencian dan sikap keras kepala. Dan jika Eropa terus mendukung kebijakan ini, mereka akan terseret ke dalam perang, kemungkinan perang nuklir,” papar dia memperingatkan.

Dia menuduh negara-negara Barat memuji pemerintah Ukraina yang sedang menjabat untuk "kemenangan demi kemenangan, sementara tidak ada terobosan militer yang diamati," merujuk pada parade yang diberikan para jenderal di Roma Kuno setelah kemenangan besar.

“Sementara itu, partai perdamaian tidak memiliki suara baik di dalam maupun luar negeri,” keluh Medvedchuk.

Dia menjelaskan, “Mereka yang membela perdamaian difitnah, diintimidasi dan ditekan atas hasutan dari Barat. Partai perdamaian Ukraina sama sekali tidak cocok dengan demokrasi Barat.”

“Ini dengan fasih menunjukkan bahwa sebagian besar politisi AS dan Eropa tidak menginginkan perdamaian apa pun untuk Ukraina. Tetapi ini tidak berarti bahwa orang Ukraina tidak menginginkan perdamaian, dan bahwa kemenangan militer Zelensky lebih penting bagi mereka daripada nyawa dan rumah mereka yang hancur,” ungkap dia beralasan.

Dia percaya, “Hanya ketika politisi pro-perdamaian diizinkan untuk menyampaikan kasus mereka dengan bebas, barulah ada harapan untuk menyelesaikan situasi tersebut.”

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved