Putin Janji Tak Akan Biarkan Barat Gunakan Ukraina untuk Melemahkan Rusia

Sabtu, 31 Desember 2022 - 19:54 WIB
loading...
Putin Janji Tak Akan...
Presiden Vladimir Putin berjanji tidak akan membiarkan Barat menggunakan Ukraina untuk melemahkan Rusia. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin menuduh Barat telah menggunakan Ukraina untuk memecah dan melemahkan Rusia .

“Barat menggunakan rakyat Ukraina untuk memecah belah Rusia dan melemahkannya; kami tidak akan pernah membiarkan itu terjadi,” kata Putin dalam pidato Tahun Baru 2023 untuk rakyatnya pada hari Sabtu (31/12/2022), seperti dikutip Sputnik.

Dia mengeklaim bahwa moral dan kebenaran sejarah ada di pihak Rusia.

Baca juga: Eks Jenderal AS Heran Amerika Biarkan Rusia Sesuka Hati Merudal Ukraina

Tuduhan Putin muncul setelah dia pada pekan lalu menungkap bahwa Rusia terbuka untuk dialog dengan semua pihak mengenai penyelesaian damai atas konflik di Ukraina. Namun, menurutnya, pihak Kiev dan sekutu Baratnya yang menolak untuk bernegosiasi.

"Kebijakan lawan geopolitik kita, yang bertujuan untuk memecah belah Rusia, adalah akar dari konflik Ukraina," kata Putin.

Rusia menolak menggunakan narasi perang atas tindakannya di Ukraina dan memilih narasi "operasi militer khusus". Putin menggarisbawahi bahwa Rusia melakukan hal yang benar di Ukraina.

“Saya pikir kami bertindak ke arah yang benar: kami melindungi kepentingan nasional kami, kepentingan warga negara kami, rakyat kami. Dan kami tidak punya pilihan selain melindungi warga negara kami,” katanya.

Pada hari yang sama, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menyampaikan pesan Tahun Baru 2023 untuk tentara Moskow. Dalam pesannya, dia menegaskan bahwa kemenangan militer Rusia atas Ukraina tak terelakkan.

Baca juga: Menhan Sergei Shoigu: Kemenangan Rusia atas Ukraina Tak Terelakkan

Soigu, yang telah banyak dikritik oleh suara-suara pro-perang di Rusia karena kegagalan pasukan Moskow medan perang Ukraina selama kampanye militer 10 bulan, mengatakan situasi di garis depan tetap sulit dan mencerca Ukraina dan Barat karena mencoba mengekang Rusia.

“Kami menyambut Tahun Baru dalam situasi politik-militer yang sulit,” kata Shoigu.

"Pada saat ada orang yang mencoba menghapus sejarah gemilang dan pencapaian besar kita, menghancurkan monumen pemenang atas fasisme, menempatkan penjahat perang di atas tumpuan, membatalkan dan menodai segala sesuatu yang berbau Rusia," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (31/12/2022).

Dengan pertempuran berdarah yang sedang berlangsung di garis depan 1.000 kilometer (600 mil), dan Rusia tidak mendapatkan keuntungan teritorial apa pun sejak bulan-bulan pertama perang, Shoigu memberi tahu tentara Rusia: "Kemenangan, seperti Tahun Baru, tidak terelakkan."

Shoigu juga memuji "tindakan abadi, keberanian tanpa pamrih, dan kepahlawanan" yang ditunjukkan oleh pasukan Rusia yang memerangi apa yang disebutnya "neo-Nazisme dan terorisme".

Kiev dan Barat telah menolak pernyataan Rusia bahwa pasukan Moskow memerangi "Nazi" di Ukraina sebagai dalih tak berdasar atas upaya Presiden Vladimir Putin untuk merebut wilayah dan menggulingkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam agresi yang tidak beralasan.

Moskow mengharapkan kemenangan cepat dalam apa yang disebutnya sebagai "operasi militer khusus", tetapi semangat perlawanan Ukraina dan bantuan senjata Barat senilai miliaran dolar telah membantu Kiev mengubah gelombang perang dan melakukan serangkaian serangan balasan yang menakjubkan.

Ukraina kini telah merebut kembali lebih dari setengah wilayah yang diduduki oleh Rusia selama minggu-minggu pertama invasi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Riri Riza Soroti Vonis...
Riri Riza Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Singgung Dissenting Opinion Hakim
KPK Panggil Bupati Indragiri...
KPK Panggil Bupati Indragiri Hulu terkait Kasus Ajudan Gubernur Abdul Wahid
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Berita Terkini
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved