Perlintasan Rafah Direbut Israel, Makanan Tersisa Kurang dari Sepekan di Gaza Selatan

Selasa, 14 Mei 2024 - 22:02 WIB
loading...
Perlintasan Rafah Direbut...
Seorang anak Palestina menerima makanan yang dimasak oleh World Central Kitchen (WCK) di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, 1 Mei 2024. Foto/REUTERS
A A A
RAFAH - Para pengungsi Palestina di Gaza tengah dan selatan hanya memiliki sisa makanan untuk kurang dari seminggu, setelah Israel merebut perbatasan Rafah pekan lalu.

Pada 6 Mei 2024, militer Israel mengambil "kontrol operasional" perlintasan Rafah di sisi Palestina yang merupakan persimpangan antara Gaza selatan dan Mesir.

Aksi pasukan Israel pada dasarnya memutus aliran bantuan ke daerah kantong pantai tersebut.

“Sejak itu, hanya enam truk makanan yang memasuki Gaza melalui penyeberangan Karem Abu Salem (Kerem Shalom) dengan Israel,” ungkap Juliette Touma, juru bicara badan pengungsi Palestina PBB (Unrwa), kepada Middle East Eye.

“Jumlah truk yang dibutuhkan sangat minimum adalah 500 truk per hari, yang membawa kombinasi bahan bakar, pasokan bantuan, dan pasokan komersial,” papar Touma.

Dalam jangka waktu yang sama, 157.000 liter bahan bakar telah masuk ke Gaza. Touma mengatakan dibutuhkan 300.000 liter bahan bakar setiap harinya.

Dengan sedikitnya pasokan, persediaan makanan berkurang dan harga melonjak. Ketika kelaparan besar-besaran melanda Gaza utara, sumber-sumber di Gaza tengah dan selatan menggambarkan situasi menyedihkan yang bisa berubah menjadi “krisis nyata” dalam hitungan hari.

Warga Palestina, yang sebagian besar telah menjadi pengungsi akibat perang Israel di Gaza lebih dari satu kali, terpaksa meninggalkan Rafah, yang menjadi sasaran invasi Israel dan pemboman yang terus-menerus.

Baca juga: Bangladesh Murka Pemukim Israel Serang Konvoi Bantuan Gaza

Menurut UNRWA, hampir 450.000 orang telah meninggalkan kota Gaza selatan sejak Israel melancarkan serangannya di Rafah pekan lalu.

Namun mereka tidak punya tempat yang aman atau cocok untuk dikunjungi. Banyak dari mereka yang menuju beberapa kilometer ke utara menuju kota Khan Younis atau lebih jauh lagi ke Deir al-Balah.

Kedua kota tersebut masih dibombardir Israel, dan Deir al-Balah telah diubah menjadi kota tenda, tidak mampu menampung gelombang besar pengungsi.

"Kita bisa melihat kelaparan baru di daerah pengungsian. Para pengungsi sangat khawatir dengan kurangnya pasokan. Krisis besar juga terkait dengan kurangnya air yang layak untuk diminum," ungkap Mohammed al-Hajjar, jurnalis Palestina di Deir al-Balah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Berita Terkini
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved