Pengamat Ragukan Kemampuan Rusia Tingkatkan Serangan ke Kiev

Sabtu, 17 Desember 2022 - 22:05 WIB
loading...
Pengamat Ragukan Kemampuan...
Pengamat Ragukan Kemampuan Rusia Tingkatkan Serangan ke Kiev. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Meskipun ibu kota Ukraina menderita salah satu serangan rudal terbesar sejak awal invasi Rusia pada bulan Februari, para analis dan pengamat meragukan bahwa Moskow mampu melakukan serangan darat baru terhadap Kiev di awal tahun depan. Sebab, pasukan Rusia dinilai tidak siap dan babak belur setelah 10 bulan peperangan.

Pejabat Ukraina mengatakan pada Jumat (16/12/2022), bahwa Kiev bertahan dari salah satu serangan roket terbesar yang dihadapinya sejak Rusia menginvasi Ukraina dan bahwa pertahanan udara Ukraina telah menembak jatuh 37 dari sekitar 40 rudal yang memasuki wilayah udara kota tersebut.

Baca: Uni Eropa Setujui Rangkaian Sanksi Baru untuk Rusia

Kepala angkatan bersenjata Ukraina mengatakan, mereka mencegat 60 dari 76 rudal yang diluncurkan ke sasaran infrastruktur di kota-kota di seluruh negeri. Pasukan Rusia menembakkan rudal jelajah dari fregat Laksamana Makarov di Laut Hitam, sementara rudal jelajah Kh-22 ditembakkan dari pembom Tu-22M3 jarak jauh di atas Laut Azov, kata angkatan udara Ukraina.

Panglima Tertinggi Ukraina Jenderal Valeriy Zaluzhny juga mengatakan minggu ini bahwa dia mengharapkan serangan baru Rusia ke Kyiv pada bulan-bulan pertama tahun 2023.

“Rusia sedang mempersiapkan sekitar 200.000 pasukan baru. Saya yakin mereka akan mencoba lagi di Kyiv,” kata Zaluzhny kepada majalah The Economist.

Serangan besar Rusia bisa terjadi “pada bulan Februari, paling baik pada bulan Maret dan paling buruk pada akhir Januari”, katanya.

Baca: Bukan Pihak Berkonflik, AS Malah Tolak Negosiasi Damai Ukraina-Rusia

Meskipun Rusia memobilisasi 300.000 cadangan antara September dan Oktober, para ahli militer mengatakan bahwa pasukan baru Moskow tidak mungkin cukup terlatih atau diperlengkapi untuk mencoba menyerbu Kyiv lagi.

Upaya pertama Moskow pada Februari dan Maret berakhir dengan penghinaan, berkat upaya pertahanan yang sengit oleh Ukraina ditambah dengan masalah pasokan, intelijen, dan komando yang signifikan di jajaran Rusia.

“Serangan semacam itu tampaknya tidak mungkin bagi saya, tetapi bukan tidak mungkin pada saat yang sama,” ujar analis militer independen Rusia Alexander Khamchikhin mengatakan kepada kantor berita AFP.

Membahas kemampuan Rusia baru-baru ini, pakar militer AS Michael Kofman juga menilai kemampuan Rusia untuk melakukan serangan sebagai “skenario yang agak tidak mungkin”.

Baca: Panglima Militer Valeriy Zaluzhnyi: 76 Rudal Rusia Hujani Ukraina, 60 Ditembak Jatuh

“Mereka memiliki keterbatasan amunisi yang signifikan dan kinerja militer Rusia sekarang sangat terkait erat dengan ketersediaan tembakan amunisi artileri,” kata Kofman kepada podcast War on the Rocks.

Gedung Putih juga meragukan bahwa Moskow memiliki kemampuan untuk melakukan serangan balik yang terfokus pada Kiev. "Kami tidak melihat adanya indikasi bahwa ada langkah segera di Kiev," kata juru bicara Gedung Putih John Kirby.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved