Dihujani 60 Rudal Rusia, Listrik Seluruh Ukraina Padam

Sabtu, 17 Desember 2022 - 01:11 WIB
loading...
Dihujani 60 Rudal Rusia,...
Sekitar 60 rudal Rusia menghujani beberapa wilayah Ukraina pada hari Jumat. Serangan besar ini memaksa pemadaman listrik darurat di seluruh negeri Ukraina. Foto/Avalon.red via The Sun
A A A
KIEV - Rusia menembakkan puluhan rudal yang menargetkan infrastruktur di Ukraina pada hari Jumat (16/12/2022). Serangan besar-besaran ini menyebabkan pemadaman listrik darurat di seluruh negeri.

Serangan terbaru ini terjadi setelah para pejabat Ukraina memperingatkan bahwa Moskow telah merencanakan serangan habis-habisan baru awal tahun depan, 10 bulan setelah meluncurkan invasi.

Vitaly Kim, gubernur wilayah Mykolaiv, mengatakan setidaknya 60 rudal Rusia telah menghujani beberapa wilayah Ukraina.

Rusia telah menyerang infrastruktur energi Ukraina hampir setiap pekan sejak awal Oktober setelah serangkaian kemunduran perangnya.

Baca juga: Gempuran Rusia Putuskan Aliran Listrik di Kherson

Moskow mengatakan itu adalah bagian dari rencananya untuk melumpuhkan militer Ukraina. Namun, Kiev mengatakan itu adalah kejahatan perang.

"Sebuah rudal Rusia menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di Kryvyi Rih," tulis gubernur Dnipropetrovsk Oblast, Valentyn Reznichenko, di Facebook, seperti dikutip Reuters.

"Sumur tangga hancur. Dua orang tewas. Setidaknya lima orang terluka, termasuk dua anak. Semuanya di rumah sakit," lanjut dia.

Pasukan Rusia kini mencoba mempertahankan wilayah di selatan dan timur, sekitar seperlima dari total luas wilayah Ukraina.

Bertempur di garis depan sangatlah brutal, dengan banyak tentara di kedua belah pihak diperkirakan tewas atau terluka meskipun tidak ada pihak yang mengeluarkan laporan rinci tentang korban militer.

Baca juga: Zelensky: Ukraina Adalah Satu-satunya yang Membayar Harga Konflik

Sementara itu, para pejabat yang ditunjuk Rusia di wilayah Luhansk mengatakan pasukan Kiev juga melakukan serangan di wilayah tersebut.

Delapan orang tewas dan 23 lainnya luka-luka di desa Lantrativka, sebuah pemukiman kecil dekat perbatasan dengan Rusia di wilayah Luhansk. Demikian pengumuman administrator wilayah yang ditunjuk Rusia di Luhansk pada Jumat.

Pemimpin Republik Rakyat Luhansk (LPR) Leonid Pasechnik menyebut serangan militer Ukraina barbar.

Dia mengatakan serangan Ukraina menargetkan lingkungan perumahan, sekolah dan distrik perbelanjaan dalam upaya untuk membunuh orang sebanyak mungkin.

Klaim kedua pihak belum bisa diverifikasi secara independen. Namun, setidaknya tiga ledakan di Ibu Kota Ukraina, Kiev, yang tertutup salju, dengan asap mengepul di sebagian kota.

Tidak jelas apakah ada rudal Rusia yang menembus pertahanan udara Kiev. Ukraina telah berhasil memperbaiki sebagian besar infrastruktur listriknya untuk memulihkan pasokan listrik dan air, tetapi setiap serangan beruntun membuat tugas itu semakin sulit.

Seorang pejabat senior kepresidenan Ukraina mengatakan pemadaman listrik darurat diberlakukan di seluruh negeri.

Kyrylo Tymoshenko, wakil kepala kantor kepresidenan, tidak menjelaskan lebih lanjut, tetapi para pejabat mengatakan sebelumnya listrik padam di kota timur Kharkiv, rumah bagi lebih dari satu juta orang, dan kota Poltava yang lebih kecil di tengah.

Kepala pertahanan Ukraina memperkirakan Rusia akan melancarkan serangan baru awal tahun depan yang dapat mencakup upaya kedua untuk merebut ibu kota.

Infrastruktur juga dilaporkan terkena dampak di wilayah Sumy utara dan di wilayah Odesa di Laut Hitam.

Menurut operator kereta api Ukrain, beberapa jalur kereta api juga dibiarkan tanpa listrik.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Duel Penentu ke Fase Gugur
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya di Jakarta
75 Gol dalam 24 Laga,...
75 Gol dalam 24 Laga, Piala Dunia 2026 Penuh Drama
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved