Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:40 WIB
loading...
Jenderal Jerman Ancam...
Kepala Angkatan Udara Jerman Letnan Jenderal Holger Neumann ancam luncurkan serangan dahsyat terhadap Rusia jika Moskow menyerang NATO. Foto/The Telegraph/Heathcliff OMalley
A A A
BERLIN - Kepala Angkatan Udara (Luftwaffe) Jerman, Letnan Jenderal Holger Neumann, mengancam akan melancarkan serangan dahsyat terhadap Rusia jika Moskow menyerang NATO.

"Jerman siap bertempur malam ini melawan Rusia dan akan mempertahankan setiap inci wilayah NATO," katanya dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph.

Baca Juga: Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia

Sebagai peringatan lebih lanjut kepada Moskow, dia menekankan bahwa tidak ada zona keamanan yang berbeda di NATO, yang berarti serangan terhadap Estonia akan memerlukan respons yang sama seperti serangan udara terhadap London.

Neumann mengatakan Semenanjung Kola di barat laut Rusia, Kaliningrad, dan Laut Hitam akan menderita akibat serangan NATO jika terpaksa membela diri.

Komentar kepala Luftwaffe ini termasuk yang terkuat dari seorang pemimpin militer Jerman dalam beberapa tahun terakhir, dan mencerminkan pergeseran mendasar di Berlin menuju persenjataan kembali dan peran yang lebih besar dalam keamanan Eropa.

Saat Inggris berjuang untuk membangun kembali militernya—dan terguncang akibat pengunduran diri John Healey sebagai Menteri Pertahanan dan Al Carns sebagai Menteri Angkatan Bersenjata—Neumann menjanjikan dukungan pertahanan udara Jerman melalui NATO, jika London memintanya.

Neumann mengawasi upaya persenjataan kembali di Angkatan Udara Jerman, sebagai bagian dari impian Kanselir Friedrich Merz untuk membangun "tentara konvensional terkuat" di Eropa.

Dia memuji paket pendanaan miliaran euro pemerintah Merz atas rencana untuk meningkatkan persediaan sistem pertahanan udara secara besar-besaran, termasuk sistem rudal Patriot, Iris-T, dan Arrow 3.

Yang terpenting, dia ingin menghilangkan kekhawatiran bahwa Jerman akan enggan melawan Rusia jika Moskow menyerang anggota NATO yang lebih kecil di sayap timur.

Berbicara kepada The Telegraph di Markas Besar Komando Luftwaffe di Spandau dekat Berlin, jenderal 57 tahun itu mengatakan: “Jika terjadi konflik, semoga tidak pernah, tetapi jika terjadi, kami akan mempertahankan setiap inci wilayah kami. Saya pikir ini adalah pesan penting, terutama untuk wilayah Arktik dan sekutu Baltik kami."

“Harus jelas, tidak ada zona keamanan yang berbeda, bahwa NATO adalah NATO, hingga inci terakhir. Saya pikir kita harus melakukan upaya yang sangat kuat untuk, dalam hal keamanan, mengawasi dan, jika diperlukan, bertindak di sepanjang wilayah tertentu," paparnya, yang dilansir Selasa (16/6/2026).

Neumann secara khusus mengisyaratkan target-target vital Rusia seperti Kaliningrad, eksklave strategis Rusia yang dikelilingi oleh anggota NATO; St. Petersburg, yang menjadi tuan rumah aset Angkatan Laut utama; Semenanjung Kola, tempat Moskow menimbun senjata nuklir, dan Laut Hitam—rumah bagi armada Laut Hitamnya yang berharga.

Kepala Luftwaffe tersebut membahas perdebatan yang semakin tegang di Eropa tentang apakah mereka siap berperang dengan Rusia untuk membela sekutu-sekutu kecil di sayap timur NATO.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Kontroversial! Parlemen...
Kontroversial! Parlemen Israel Setujui Tahap Awal RUU Pembatasan Azan
Ngeri! Baku Tembak 2...
Ngeri! Baku Tembak 2 Kelompok Pemuda di Mal, 2 Orang Tewas
Rekomendasi
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
Tak Cuma Jago Melukis!...
Tak Cuma Jago Melukis! RizkyAmom Sukses Padukan Seni Lukis, Ilustrasi, dan Clay Art Jadi Konten Edukatif
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
Berita Terkini
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Infografis
Jenderal London: Tentara...
Jenderal London: Tentara Inggris Tidak Siap Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved