Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'

Jum'at, 19 Juni 2026 - 09:14 WIB
loading...
Senator Amerika Geram...
Para senator AS ramai-ramai kecam Presiden Donald Trump karena telah membuat kesepakatan dengan Iran, yang dinilai menguntungkan Teheran. Foto/IRNA
A A A
WASHINGTON - Iran telah menjadi isu yang merugikan bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah kedua negara mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Gara-gara kesepakatan tersebut, Trump ramai-ramai "diserang"—tak hanya dari kubu Partai Demokrat, tapi juga dari para sekutunya di Partai Republik.

Ketika Trump melancarkan perang bersama Israel terhadap Iran, dia membuat marah sayap isolasionis partainya yang percaya pada janjinya bahwa dia tidak akan memulai "perang baru". Sekarang, upayanya untuk mengakhiri perang yang sama mengasingkan sektor garis keras partainya—yang percaya bahwa kesepakatan Trump dengan Iran untuk mengakhiri konflik tampak seperti penyerahan diri AS yang memalukan.

Baca Juga: AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel

Fase baru ini akan sangat sulit bagi Presiden Trump. Dia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Iran pada Rabu malam yang memberikan beberapa kemenangan signifikan bagi Iran.

Partai Demokrat menambah kritik dan menggemakan kritik Partai Republik bahwa AS baru saja kalah perang melawan musuh yang kurang tangguh. Tetapi ini masih merupakan kesepakatan dasar yang dimaksudkan untuk mempersiapkan panggung bagi negosiasi lebih lanjut sebelum kesepakatan akhir.

Godaan bagi Trump untuk mencoba menghindari rasa malu dengan menarik diri dari negosiasi—atau bertindak keras kepala secara bodoh selama negosiasi—akan sangat tinggi, dan dia bukanlah orang yang dikenal mampu menahan godaan.

Trump tidak diragukan lagi merasakan tekanan yang familiar yang dialami oleh presiden AS satu demi satu setelah setiap perang yang berkepanjangan dan gagal.

Para anggota Kongres dari Partai Republik yang garis keras dan komentator sayap kanan telah mengkritik pemerintahan Trump berdasarkan laporan tentang apa yang diharapkan ada dalam nota kesepahaman AS dengan Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved