Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Jum'at, 19 Juni 2026 - 07:22 WIB
loading...
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyatakan Iran dan AS cepai kesepakatan damai karena Presiden AS Donald Trump sudah putus asa. Foto/Press TV
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengatakan negaranya dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang karena rasa belas kasih para pejabat Teheran. Upacara peresmian kesepakatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, Jumat (19/6/2026).
Menurut Mojtaba, kedua pihak meneken nota kesepahaman (MoU) kesepakatan tersebut setelah Presiden AS Donald Trump yang putus asa telah menggunakan berbagai titik tawar.
Baca Juga: Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
"Bangsa Iran yang penuh semangat dan setia, seperti yang telah Anda ketahui, sebuah nota kesepahaman telah ditandatangani antara presiden Iran dan Amerika," kata Mojtaba dalam sebuah pesan yang dirilis pada hari Kamis.
“Dalam proses mencapai tahap ini, para pejabat, karena rasa belas kasihan dan niat baik, telah melakukan banyak upaya, dan tentu saja Presiden AS-lah yang, karena putus asa, menggunakan berbagai pengaruh untuk tujuan ini," papar putra almarhum Ayatollah Ali Khamenei tersebut.
MoU itu, yang ditandatangani dari jarak jauh oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump, menyerukan penghentian permanen permusuhan di semua front, pencabutan blokade Angkatan Laut AS dalam waktu 30 hari, pemulihan lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz, rencana rekonstruksi Iran senilai setidaknya USD300 miliar, dan pencabutan sanksi AS.
Mojtaba mengatakan bahwa awalnya dia memiliki pandangan yang berbeda tetapi mengesahkan perjanjian tersebut berdasarkan komitmen yang dibuat oleh Presiden Pezeshkian, yang sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi berjanji atas nama dirinya dan anggota lainnya untuk melindungi hak-hak bangsa Iran dan front perlawanan.
Presiden Pezeshkian juga menyatakan bahwa dia tidak akan menerima tuntutan AS yang berlebihan, kata Mojtaba.
Menurut Mojtaba, kedua pihak meneken nota kesepahaman (MoU) kesepakatan tersebut setelah Presiden AS Donald Trump yang putus asa telah menggunakan berbagai titik tawar.
Baca Juga: Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
"Bangsa Iran yang penuh semangat dan setia, seperti yang telah Anda ketahui, sebuah nota kesepahaman telah ditandatangani antara presiden Iran dan Amerika," kata Mojtaba dalam sebuah pesan yang dirilis pada hari Kamis.
“Dalam proses mencapai tahap ini, para pejabat, karena rasa belas kasihan dan niat baik, telah melakukan banyak upaya, dan tentu saja Presiden AS-lah yang, karena putus asa, menggunakan berbagai pengaruh untuk tujuan ini," papar putra almarhum Ayatollah Ali Khamenei tersebut.
MoU itu, yang ditandatangani dari jarak jauh oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump, menyerukan penghentian permanen permusuhan di semua front, pencabutan blokade Angkatan Laut AS dalam waktu 30 hari, pemulihan lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz, rencana rekonstruksi Iran senilai setidaknya USD300 miliar, dan pencabutan sanksi AS.
Mojtaba mengatakan bahwa awalnya dia memiliki pandangan yang berbeda tetapi mengesahkan perjanjian tersebut berdasarkan komitmen yang dibuat oleh Presiden Pezeshkian, yang sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi berjanji atas nama dirinya dan anggota lainnya untuk melindungi hak-hak bangsa Iran dan front perlawanan.
Presiden Pezeshkian juga menyatakan bahwa dia tidak akan menerima tuntutan AS yang berlebihan, kata Mojtaba.
Lihat Juga :