Jepang Akan 'Labeli' China Sebagai Tantangan Strategis

Jum'at, 16 Desember 2022 - 11:36 WIB
loading...
Jepang Akan Labeli China...
Jepang akan menggambarkan China sebagai tantangan strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kebijakan keamanan nasional terbarunya. Foto/Ilustrasi
A A A
TOKYO - Jepang akan menggambarkan China sebagai “tantangan strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya” dalam kebijakan keamanan nasional terbaru yang akan disetujui paling cepat minggu ini. Hal itu tertuang dalam draf yang dilihat oleh Bloomberg.

Strategi baru, yang diharapkan mendapat lampu hijau dari Kabinet Perdana Menteri Fumio Kishida pada hari Jumat (19/12/2022) ini, juga menjabarkan rencana Jepang untuk mendapatkan rudal jarak jauh, termasuk mengembangkan senjata hipersoniknya sendiri, sebagai bagian dari peningkatan kemampuan pertahanannya secara radikal.

Pergeseran itu dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina, ketegangan atas Taiwan yang mencakup rudal China yang ditembakkan ke perairan dekat pulau-pulau Jepang pada awal tahun 2022, dan Korea Utara meningkatkan peluncuran misilnya.

Jepang melangkah dengan hati-hati dalam hal bahasa yang digunakannya dalam menggambarkan masalah keamanan yang ditimbulkan oleh mitra dagang terbesarnya, China, meskipun telah menggunakan kata "ancaman" dalam dokumen kementerian pertahanan sehubungan dengan hal-hal seperti Korea Utara.

Mengacu pada peningkatan kemampuan rudal yang “luar biasa” di kawasan itu, pemerintah Tokyo mengatakan dalam dokumen itu menjadi sulit untuk menghadapi situasi hanya dengan memperkuat jaringan pertahanan rudal Jepang yang ada.

Revisi terhadap tiga dokumen yang mengatur strategi keamanan dan pertahanan Jepang menyerukan untuk memperoleh “kemampuan serangan balik” yang memungkinkannya untuk menargetkan fasilitas militer musuh, pada titik balik bagi negara yang terikat oleh Konstitusi pasifis sejak 1947.

Baca: China Kerahkan 18 Bomber Nuklir Terobos Zona Pertahanan Taiwan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved