Jepang Akan 'Labeli' China Sebagai Tantangan Strategis

Jum'at, 16 Desember 2022 - 11:36 WIB
loading...
A A A
Menurut dokumen itu, Jepang berencana untuk membeli rudal Tomahawk Lockheed Martin untuk tujuan tersebut. Rudal itu memiliki jangkauan lebih dari 1.250 km, yang berarti dapat digunakan untuk menyerang pangkalan angkatan laut di pantai timur China dan Rusia.

Jepang juga bermaksud untuk mendapatkan pasokan rudal yang cukup, termasuk yang dibuat sendiri, selama dekade mendatang dengan jarak yang cukup jauh untuk menyerang aset militer di tiga negara tetangganya yang bersenjata nuklir yang telah menjadi fokus perhatian Tokyo.

Menurut Kyodo News, yang mengutip sumber-sumber pemerintah, dengan strategi barunya, pemerintah Jepang juga mempertimbangkan untuk merevisi pedoman pertahanan yang mengatur kerja sama militernya dengan satu-satunya sekutu perjanjian resminya, Amerika Serikat (AS).

"Mr Kishida dapat mengangkat masalah ini selama kunjungan ke AS yang ingin diselenggarakan oleh pemerintah untuk bulan Januari," kata outlet media Jepang tersebut seperti dikutip dari Strait Times.

Menurut dokumen tersebut, Jepang akan mempertahankan sikap "bertahan secara eksklusif" serta larangan senjata nuklirnya.

Baca: China Kecam Sanksi AS atas Dugaan Pelanggaran HAM di Tibet

Namun demikian, China telah menjelaskan kepada Jepang keberatannya terhadap kata-kata dalam dokumen baru tersebut, dengan mengatakan bahwa Beijing berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Bangun Permukiman Yahudi di Gaza
Rekomendasi
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved