Ajudan Zelensky: Serangan Rudal Polandia adalah Cerita Bagus

Jum'at, 18 November 2022 - 15:34 WIB
loading...
Ajudan Zelensky: Serangan...
Anggota kru melihat melalui kawah di samping kendaraan yang terbalik di lokasi serangan rudal di Przewodow, desa di Polandia timur dekat perbatasan dengan Ukraina, 16 November 2022. Foto/Poliska Polska/REUTERS
A A A
KIEV - Pembantu senior Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mikhail Podolyak, memuji serangan rudal baru-baru ini di Polandia.

Menurut dia, serangan itu sebagai cara yang baik untuk mengingatkan anggota NATO bahwa konflik yang sedang berlangsung di Ukraina pasti akan meluas ke wilayah negara lain.

Dalam wawancara yang dipublikasikan di saluran Youtube “FREEДОМ” (Freedom) pada Kamis (17/11/2022), Podolyak menyatakan insiden yang mengakibatkan kematian dua warga sipil itu adalah “cerita yang bagus”.

Baca juga: Zelensky Sesumbar Ukraina Bebas Korupsi dan Pengaruh Rusia

Dia menambahkan, “Itu akan memungkinkan negara-negara NATO mengembangkan sikap yang lebih keras dalam melindungi wilayah mereka.”

Podolyak mencatat ini bukan pertama kalinya satu roket dari medan perang Rusia-Ukraina terbang ke wilayah negara terdekat.

Dia tampaknya merujuk pada puing-puing rudal yang melayang ke Moldova bulan lalu. Dia menambahkan konflik di negara sebesar Ukraina pasti akan mempengaruhi wilayah negara lain.

Pernyataan Podolyak muncul setelah rudal pertahanan udara yang tampaknya mendarat di kota Przewodow Polandia dekat perbatasan Ukraina pada Selasa.

Dalam beberapa jam setelah insiden itu, sejumlah pejabat pemerintah Polandia dan Ukraina, termasuk Zelensky, mengklaim roket itu milik Moskow dan serangan itu merupakan serangan langsung ke wilayah NATO.

Dia mendesak blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS) untuk memberlakukan Pasal 5 dan membalas.

Warsawa, bagaimanapun, sejak itu mengakui roket itu kemungkinan besar adalah rudal pertahanan udara Ukraina yang tersesat, posisi yang juga digaungkan oleh NATO dan Washington.

Zelensky, sementara itu, bersikeras menyelidiki insiden tersebut yang melibatkan spesialis Ukraina.

Belakangan, Presiden Polandia Andrzej Duda menyatakan, untuk saat ini, Kiev hanya dapat mengetahui penyelidikan tersebut, tetapi tidak dapat berpartisipasi di dalamnya.

Meskipun pemimpin Ukraina telah mengakui dia tidak "100% yakin" milik siapa roket itu, dia berpendapat Rusia masih harus disalahkan atas insiden tersebut.

Militer Rusia mengatakan tidak menyerang situs mana pun di dekat lokasi desa tersebut.

Gambar lokasi serangan, yang diterbitkan media Polandia, dengan jelas mengidentifikasi proyektil itu sebagai rudal pertahanan udara S-300 Ukraina.

Moskow mengecam tuduhan bertanggung jawab atas serangan itu sebagai upaya memicu bentrokan langsung antara Rusia dan NATO.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menggambarkan klaim awal yang dibuat Kiev dan pejabat Barat lainnya sebagai "reaksi Russophobia yang histeris dan fanatik yang tidak didasarkan pada informasi nyata apa pun."

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Berita Terkini
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved