Biden Gelar Rapat Darurat di Sela KTT G20 Bahas Serangan Rudal di Polandia

Rabu, 16 November 2022 - 10:36 WIB
loading...
Biden Gelar Rapat Darurat...
Presiden AS Joe Biden berbicara di Bali, Indonesia. Foto/REUTERS
A A A
BALI - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menggelar rapat darurat yang membahas serangan rudal di Polandia, di sela KTT G20 di Bali.

Biden menjelaskan ada informasi awal yang membantah rudal yang jatuh di Polandia pada Selasa (15/11/2022) ditembakkan dari Rusia.

Biden mengatakan hal itu kepada wartawan pada Rabu (16/11/2022) di Bali.

"Ada informasi awal yang membantahnya," ujar Biden, ketika ditanya apakah terlalu dini untuk mengatakan bahwa rudal itu ditembakkan dari Rusia.

“Kecil kemungkinannya peluru itu ditembakkan dari Rusia, tapi kita lihat saja nanti,” papar pemimpin AS itu.

Baca juga: Diserang Rudal, Polandia Bahas Pasal 4 NATO yang Bisa Picu Perang Dunia III

Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya sedang menyelidiki ledakan yang menewaskan dua orang di Polandia.

Biden berbicara setelah para pemimpin global berkumpul untuk pertemuan G20 di Bali, Indonesia, mengadakan pertemuan darurat pada Rabu setelah ledakan mematikan di Polandia yang menurut Ukraina dan pihak berwenang Polandia disebabkan oleh rudal buatan Rusia.

Ditanya apakah terlalu dini untuk mengatakan bahwa rudal itu ditembakkan dari Rusia, Biden mengatakan, "Ada informasi awal yang membantahnya. Saya tidak ingin mengatakan itu sampai kami benar-benar menyelidikinya tetapi tidak mungkin sejalan dengan lintasan yang ditembakkan dari Rusia tapi kita lihat saja nanti.”

“Negara-negara AS dan NATO akan menyelidiki sepenuhnya sebelum bertindak,” ujar dia.

Pertemuan itu diselenggarakan oleh Biden, menurut Gedung Putih, setelah dua orang tewas dalam ledakan di Przewodow, desa di Polandia timur dekat perbatasan dengan Ukraina.

"Kami setuju untuk mendukung penyelidikan Polandia atas ledakan di pedesaan Polandia, dekat perbatasan Ukraina, dan mereka akan memastikan kami mengetahui dengan tepat apa yang terjadi," kata Biden.

"Dan kemudian kita akan bersama-sama menentukan langkah kita selanjutnya saat kita menyelidiki dan melanjutkan. Ada kebulatan suara total di antara orang-orang di meja," papar Biden.

Para pemimpin dari Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Belanda, Jepang, Spanyol, Italia, Prancis, dan Inggris ikut serta dalam pertemuan tersebut.

Semua kecuali Jepang adalah anggota NATO, aliansi pertahanan yang juga mencakup Polandia.

Sebelumnya dilaporkan, Polandia menempatkan beberapa unit militer dalam keadaan siaga tinggi, menyusul laporan rudal Rusia mendarat di wilayah Polandia.

Juru bicara pemerintah Polandia Piotr Muller mengungkapkan hal itu pada Selasa (15/11/2022).

“Telah ada keputusan untuk meningkatkan status kesiapan beberapa unit tempur dan dinas berseragam lainnya,” ujar Muller setelah rapat darurat dewan keamanan nasional di Warsawa.

Baca juga: Polandia Gelar Rapat Keamanan Darurat setelah Serangan Rudal Dekat Ukraina

Dia juga menambahkan pemerintah Polandia sedang memverifikasi apakah perlu meminta konsultasi berdasarkan Pasal 4 perjanjian aliansi militer NATO.

“Beberapa saat yang lalu kami memutuskan untuk memverifikasi apakah ada alasan untuk meluncurkan prosedur berdasarkan Pasal 4 Perjanjian Atlantik Utara,” ujar dia.

Pasal 4 melibatkan anggota NATO membawa masalah keamanan ke meja untuk diskusi sesama anggota, dan keputusan sesudahnya harus bulat.

Penerapan Pasal 4 NATO bisa memicu Perang Dunia III jika kemudian para anggota aliansi itu melancarkan serangan balasan ke Rusia yang dituduh menyerang Polandia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Infografis
Sirine Meraung di Tel...
Sirine Meraung di Tel Aviv, Israel Akui Gagal Cegat Rudal Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved