4 Kelompok Bersenjata yang Terlibat Pertempuran Rusia vs Ukraina

Kamis, 03 November 2022 - 18:15 WIB
loading...
4 Kelompok Bersenjata...
Pemimpin Republik Chechnya Ramzan Kadyrov menghadiri pertemuan dengan komandan pasukan gabungan ke-8 Rusia Distrik Militer Selatan dan unit pasukan khusus di pusat operasi selama konflik Ukraina-Rusia di kota Mariupol, Ukraina, 28 Maret 2022. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Serangan Rusia terhadap Ukraina yang dimulai sejak Februari 2022, belum juga berhenti hingga kini. Dalam konflik tersebut, ada beberapa kelompok bersenjata yang turut andil.

Berikut adalah 4 kelompok bersenjata yang terlibat pertempuran Rusia-Ukraina.

1. Kelompok Resimen Azov

Kelompok Resimen Azov merupakan kelompok neo Nazi sayap kanan yang sudah berkembang menjadi bagian angkatan bersenjata Ukraina.

Selain itu, kelompok ini juga melebar menjadi partai politik dan milisi jalanan. Azov dibentuk pada Mei 2014 oleh Andriy Biletsky sebagai kelompok sukarelawan.

Kelompok tersebut juga berjuang melawan separatis pendukung Rusia di Donetsk.

Sebuah video yang diunggah Garda Nasional Ukraina menunjukkan adanya pejuang Azov yang tengah melapisi peluru dengan lemak babi untuk digunakan untuk melawan sekutu Rusia, tentara Muslim Chechnya.

Para pejuang kelompok Azov juga memberikan pelatihan kepada warga sipil Ukraina.

2. Tentara Muslim Chechnya

Melalui keterangan pimpinannya, Ramzan Kadyrov, tentara muslim Chechnya memutuskan untuk membantu Rusia dalam melakukan invasi ke Ukraina.

Kadyrov mengumpulkan kurang lebih 10 ribu pasukan untuk ambil bagian. Diketahui, Kadyrov sendiri merupakan orang dekat sekaligus loyalis Putin.

Secara langsung, ia menyerukan dukungan atas invasi yang dijalankan Rusia. Kadyrov juga menyampaikan bahwa masyarakat Chechnya sudah banyak yang menderita akibat tindakan licik negara Barat.

Kadyrov melihat, Barat pernah membuat perjanjian untuk tidak menyebarluaskan pengaruhnya ke negara-negara di Eropa Timur. Namun, janji tersebut mereka langgar dan menyebabkan konflik yang luas.

3. Wagner Group

Wagner Group adalah tentara bayaran yang ditugaskan untuk membantu Rusia dalam invasi Ukraina.

Kelompok ini pernah pula membantu separatis pro Rusia untuk menggulingkan pasukan Ukraina pada tahun 2014. Kala itu, setidaknya ada seribu personel Wagner Group yang dikirim.

Pada minggu-minggu awal menjelang invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022, tentara tersebut terlihat di Ukraina Timur dan bersiap untuk menyerang.

Wagner Group bisa berposisi sebagai alternatif mobilisasi yang lebih luas. Jumlah pasukan Wagner Group yang diturunkan hanya 7 ribu orang dari total 150 ribu hingga 200 ribu orang.

Dengan begitu, pasukan ini tidak akan mudah disalahkan jika operasi militer Rusia di Ukraina gagal.

4. Milisi Suriah

Kelompok milisi Suriah mengumumkan keterlibatannya dalam konflik Rusia-Ukraina. Menteri Luar Negeri Suriah Faisal al-Meqdad juga memproklamirkan dukungan negaranya terhadap invasi yang dilakukan Moskow.

Dukungan ini didasari hubungan dekat antara kedua negara, terlebih sejak Putin melakukan intervensi militer saat perang saudara di Suriah.

Tujuan Rusia adalah untuk mempertahankan kekuasaan Presiden Bashar al-Assad. Pada Maret 2022, Rusia dikabarkan sudah mendaftarkan setidaknya 40 ribu personel militer Suriah untuk melakukan serangan ke Ukraina.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Seluruh Tuntutan AS untuk Berdamai
Rekomendasi
Pemprov DKI Telusuri...
Pemprov DKI Telusuri Lahan Warga Pinggir Rel Pejompongan yang Terancam Digusur, Pramono: Saya Ingin Memanusiakan Orang
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
Berita Terkini
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved