Qatar Perpanjang Izin Kantor Hamas di Doha, Ini Alasannya

Minggu, 05 Mei 2024 - 17:35 WIB
loading...
Qatar Perpanjang Izin...
Qatar memiliki sejarah panjang dengan Hamas. Foto/Reuters
A A A
DOHA - Qatar bisa saja menutup kantor politik Hamas sebagai bagian dari tinjauan yang lebih luas atas perannya sebagai mediator dalam perang antara Israel dan kelompok pejuang Palestina. Demikian diungkapkan seorang pejabat yang mengetahui penilaian ulang pemerintah Qatar.

Namun demikian, Negara Teluk itu sedang mempertimbangkan apakah akan mengizinkan Hamas untuk terus menjalankan kantor politiknya, dan tinjauan yang lebih luas mencakup mempertimbangkan apakah akan terus melakukan mediasi dalam konflik tujuh bulan tersebut atau tidak.

Tergantung Masa Depan Peran Mediasi

Qatar mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya sedang mengevaluasi kembali perannya sebagai mediator dalam pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas, dengan alasan kekhawatiran bahwa upaya mereka dirusak oleh politisi yang berusaha mendapatkan poin.

“Jika Qatar tidak melakukan mediasi, mereka tidak akan melihat gunanya mempertahankan jabatan politik. Jadi itu adalah bagian dari penilaian ulang,” kata pejabat itu, yang berbicara tanpa menyebut nama.

Pejabat tersebut tidak mengetahui apakah Hamas akan diminta meninggalkan Doha jika pemerintah Qatar memutuskan untuk menutup kantor kelompok tersebut. Namun, pejabat tersebut mengatakan bahwa tinjauan Qatar terhadap perannya akan dipengaruhi oleh bagaimana Israel dan Hamas bertindak selama negosiasi yang sedang berlangsung.

Baca Juga: 6 Alasan Presiden Suriah Bashar al-Assad Memilih Diam saat Timur Tengah Bergejolak

Memperhatikan Suara Sekutu Utama

Dalam sebuah laporan pada hari Jumat, The Washington Post mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa Washington telah meminta Doha untuk mengusir Hamas jika kelompok tersebut terus menolak perjanjian gencatan senjata dengan Israel.

Para perunding Hamas tiba di Kairo pada Sabtu untuk melakukan pembicaraan intensif mengenai kemungkinan gencatan senjata di Gaza yang akan menyebabkan kembalinya beberapa sandera ke Israel, kata seorang pejabat Hamas kepada Reuters.

Memiliki Hubungan yang Panjang dengan Hamas

Qatar telah menjadi tuan rumah bagi para pemimpin politik Hamas sejak 2012 sebagai bagian dari perjanjian dengan AS.

Ismail Haniyeh, pemimpin kelompok tersebut, tinggal di Doha dan sering bepergian, termasuk ke Turki, sejak serangan mematikan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Hamas Sangkal Tudingan...
Hamas Sangkal Tudingan Tolak Serahkan Pemerintahan di Gaza
Baru Diangkat, Panglima...
Baru Diangkat, Panglima Militer Baru Hamas Tewas Diserang Israel
Israel Lancarkan Serangan...
Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran, Pemimpin Militer Hamas Mohammed Odeh Tewas
Republikorp-Barzan Holdings...
Republikorp-Barzan Holdings Kerja Sama Pertahanan mulai Senjata hingga Kapal Selam Mini
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Bukan Hanya Rupiah,...
Bukan Hanya Rupiah, Won Korea Tersungkur Hadapi Dolar AS: Terburuk sejak 17 Tahun
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved