Protes Pajak Kentut Sapi, Peternak Selandia Baru Turun ke Jalan dengan Traktor

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 10:28 WIB
loading...
A A A
Peraturan baru, yang belum mendapatkan persetujuan akhir, akan mengenakan pajak kepada peternak berdasarkan perkiraan gas metana dan dinitrogen oksida yang dihasilkan oleh ternak mereka mulai tahun 2025. Pembayaran akan jatuh tempo setiap satu hingga tiga tahun, dan setiap peternak yang mencapai jumlah ambang batas tertentu untuk ukuran kawanan dan penggunaan pupuk akan terpengaruh.

Pemerintah Selandia Baru berargumen bahwa para peternak dapat memperoleh kembali uang itu dengan mengenakan biaya lebih untuk produk-produk ramah lingkungan, meskipun dengan resesi yang mengancam sebagian besar negara maju di dunia, tidak jelas siapa yang akan mampu membelinya.

Baca: Ratusan Paus Pilot Mati Setelah Terdampar Massal di Selandia Baru

Peternakan adalah industri besar di Selandia Baru, di mana ada dua kali lebih banyak sapi daripada manusia dan lima kali lebih banyak domba, dan produk susu adalah ekspor utama negara itu. Dengan demikian, industri ini menghasilkan sekitar setengah dari emisi gas rumah kacanya, dan sebagian besar adalah metana yang berasal darisendawa sapi.

Namun itu tidak menghentikan para kritikus undang-undang tersebut untuk menjulukinya sebagai “pajak kentut sapi,” sebuah kesalahpahaman populer yang berasal dari kata-kata yang tidak menguntungkan dari RUU “Kesepakatan Baru Hijau” 2019 dari anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Alexandria Ocasio-Cortez.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Deretan Negara-negara...
Deretan Negara-negara yang Pertama Kali Merayakan Tahun Baru 2026
9 Negara dengan PPh...
9 Negara dengan PPh 0 Persen bagi Digital Nomad
7 Negara yang Akan Buat...
7 Negara yang Akan Buat Orang Jatuh Cinta Lagi pada Dunia
4 Negara Tanpa Agama...
4 Negara Tanpa Agama Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
AS Akan Gunakan Aset-Aset...
AS Akan Gunakan Aset-Aset Iran yang Dibekukan di Luar Negeri untuk Biayai Kerugian Perang?
Rekomendasi
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
Berita Terkini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Infografis
Siap Hadapi Perang Baru...
Siap Hadapi Perang Baru dengan Israel, Iran Pamer Kota Rudal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved