Korsel Gelar Latihan Perang untuk Tingkatkan Kemampuan Hadapi Ancaman Nuklir

Selasa, 18 Oktober 2022 - 03:30 WIB
loading...
Korsel Gelar Latihan...
Korsel Gelar Latihan Perang untuk Tingkatkan Kemampuan Hadapi Ancaman Nuklir. FOTO/Reuters
A A A
SEOUL - Pasukan Korea Selatan (Korsel) memulai latihan pertahanan Hoguk pada Senin (17/10/2022). Latihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menanggapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara (Korut).

Seperti dilaporkan Reuters, latihan itu berlangsung di tengah ketegangan yang memanas atas kegiatan militer kedua belah pihak. Latihan tersebut, yang akan berakhir pada Sabtu (22/10/2022), adalah yang terbaru dari serangkaian latihan militer Korsel dalam beberapa pekan terakhir, termasuk kegiatan bersama dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Baca: Korut Tembakkan Rudal setelah Kerahkan Jet Tempur ke Perbatasan Korsel

“Bergabung dengan beberapa pasukan AS, pasukan Korsel akan fokus pada menjaga kesiapan dan meningkatkan kemampuan pasukan untuk melaksanakan operasi gabungan selama latihan Hoguk,” kata Kepala Staf Gabungan Selatan.

"Pasukan akan melakukan manuver siang dan malam dunia nyata yang disimulasikan untuk melawan nuklir, rudal, dan berbagai ancaman Korut lainnya, sehingga mereka dapat menguasai kemampuan kinerja misi masa perang dan masa damai dan meningkatkan interoperabilitas dengan beberapa pasukan AS," lanjut pernyataan itu.

Pelatihan lapangan terbaru itu digelar ketika Korut telah melakukan uji coba senjata dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini. Korut menembakkan rudal balistik jarak pendek dan ratusan peluru artileri di dekat perbatasan antar-Korea yang bersenjata lengkap pada hari Jumat.

Baca: Korsel Sebut Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Lepas

Pyongyang dengan marah bereaksi terhadap Korsel dan kegiatan militer bersama, menyebut mereka provokasi dan mengancam tindakan balasan. Seoul juga mengatakan, latihannya teratur dan berorientasi pada pertahanan.

Pekan lalu, ketegangan berkobar setelah Korut menembakkan rudal, menembakkan lebih dari 500 peluru artileri dan menerbangkan banyak pesawat tempur di dekat perbatasan laut yang rawan pertempuran.

Seoul mengutuk Pyongyang dan memberlakukan sanksi sepihak pertamanya dalam hampir lima tahun, menggambarkan langkah itu sebagai pelanggaran pakta militer bilateral 2018 yang melarang "tindakan bermusuhan" di daerah perbatasan.

Namun, Korut menuduh militer Korsel meningkatkan ketegangan dengan tembakan artileri mereka sendiri.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved