Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut

Senin, 15 Juni 2026 - 08:23 WIB
loading...
Kunjungi Pyongyang,...
Presiden China Xi Jinping kunjungi Pyongyang pekan lalu, diduga sebagai upayanya untuk meredam pengaruh Rusia atas Korea Utara. Foto/via KCNA
A A A
JAKARTA - Kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Korea Utara (Korut) pekan lalu dinilai memiliki makna strategis yang lebih luas dibanding sekadar pertemuan bilateral antara dua negara bertetangga.

Analis geopolitik yang berbasis di Taipei, Aadil Brar, menilai kunjungan pertama Xi ke Pyongyang dalam sekitar tujuh tahun terakhir merupakan upaya Beijing untuk memperkuat kembali pengaruhnya terhadap Korea Utara di tengah semakin eratnya hubungan Pyongyang dengan Rusia.

Baca Juga: Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut

Kunjungan yang diumumkan hanya beberapa hari sebelumnya itu diawali dengan penyambutan meriah, termasuk penghormatan militer, anak-anak yang memberikan bunga, serta spanduk bertuliskan “persahabatan yang tak terpatahkan".

“Simbolisme tersebut menunjukkan pentingnya kunjungan Xi bagi kedua negara,” ujar Brar, seperti dikutip dari Taipei Times, Senin (15/6/2026).

Dia menilai tekanan politik yang mendorong pertemuan itu sebenarnya telah berkembang selama berbulan-bulan.

“Semakin eratnya hubungan Korea Utara dengan Rusia, termasuk kerja sama militer yang membantu menopang ekonomi Pyongyang di tengah tekanan sanksi, secara bertahap mengurangi pengaruh Beijing terhadap Kim Jong-un,” tutur Brar, merujuk pada pemimpin tertinggi Korut.

Karena itu, kunjungan Xi disebut sebagai upaya untuk membalikkan tren tersebut dan menegaskan kembali posisi China sebagai mitra paling penting bagi Korea Utara.

Aliansi AS di Asia Timur


Menjelang kedatangannya di Pyongyang, Xi juga menerbitkan artikel di surat kabar resmi Korea Utara, Rodong Sinmun.

Dalam artikel tersebut, Xi menyerukan perlawanan terhadap hegemoni, otoritarianisme, dan berbagai upaya yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

“Kita harus menentang hegemoni, otoritarianisme, dan segala upaya maupun konspirasi untuk menghidupkan kembali militerisme yang membahayakan keamanan dan stabilitas regional,” ujar Xi.

Menurut Brar, pernyataan tersebut secara langsung ditujukan kepada meningkatnya postur pertahanan Jepang, tetapi juga mencerminkan pandangan Beijing terhadap sistem aliansi Amerika Serikat di Asia Timur.

Dia menilai China semakin melihat Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Taiwan sebagai bagian dari satu tantangan strategis yang saling terkait.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Berita Terkini
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved