Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:37 WIB
loading...
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara yang dipimpin Kim Jong-un marah setelah AS jual rudal canggih ke Korea Selatan. Korea Utara sebut langkah AS sebagai ekspor perang. Foto/KCNA
A A A
PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong-un marah setelah Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan rudal canggih ke Korea Selatan (Korsel). Pyongyang menyebutnya sebagai "ekspor perang", memperingatkan bahwa langkah tersebut akan memperdalam ketegangan di Semenanjung Korea.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan KCNA, Sabtu (13/6/2026), seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Korea Utara menuduh Washington dan Seoul secara sistematis memperketat kolusi dan hubungan militer mereka untuk mendorong ketegangan di Semenanjung Korea dan sekitarnya ke titik ekstrem.

Baca Juga: Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas

“Ekspor senjata AS adalah ekspor perang, dan impor senjata Amerika berarti menumpuk ketegangan dan konfrontasi,” kata pejabat itu, mengecam apa yang digambarkan Pyongyang sebagai upaya AS dan Korea Selatan untuk memperluas kemampuan militer dengan mengorbankan stabilitas regional.

Pernyataan tersebut menyusul persetujuan Departemen Luar Negeri AS atas penjualan paket senjata senilai hampir USD300 juta ke Korea Selatan, yang mencakup 70 rudal udara-ke-udara jarak menengah canggih AIM-120C-8 dan peralatan terkait. Washington mempromosikan penjualan tersebut sebagai upaya memajukan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan AS, meskipun kesepakatan tersebut masih menunggu peninjauan Kongres.

Pyongyang mencatat bahwa Washington telah menyetujui beberapa paket senjata lain untuk Korea Selatan dalam beberapa minggu terakhir, termasuk helikopter Angkatan Laut, helikopter serang, dan bom berpemandu senilai miliaran dolar, dan menunjuk pada perjanjian pertahanan 2025 di mana Seoul berjanji untuk membeli peralatan militer AS senilai USD25 miliar pada tahun 2030.

Menurut Pyongyang, kesepakatan tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengubah Korea Selatan menjadi "pos terdepan konfrontasi yang intens" dan mengeklaim bahwa penjualan senjata AS di seluruh wilayah, termasuk ke Jepang dan Taiwan, memicu ketegangan di Asia-Pasifik.

“Mengingat upaya provokatif AS dan sekutunya untuk membangun angkatan bersenjata mereka, posisi jelas DPRK adalah untuk menghilangkan ancaman baru dengan terus meningkatkan dan memperkuat pencegahan pertahanan diri,” kata pejabat itu, yang menggunakan singkatan nama resmi Korut; Democratic People's Republic of Korea.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved