Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:51 WIB
loading...
Iran Bisa Terima Rp894...
Pertemuan di ibu kota Oman, Muscat. Foto/Telegram/Abbas Araghchi
A A A
TEHERAN - Seorang juru bicara pemerintah mengatakan kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat itu akan memungkinkan Teheran mengakses aset yang sebelumnya dibekukan. Pencairan aset itu bisa terjadi meskipun AS mengatakan pembatasan akan tetap berlaku berdasarkan kesepakatan tersebut.

Menurut sumber yang mengetahui negosiasi tersebut, dua tahap terpisah sebesar USD6 miliar awalnya disepakati di Doha, dengan upacara penandatanganan akhir direncanakan akan berlangsung di Swiss. Juru bicara Iran sekarang mengatakan proses tersebut telah selesai.

Berdasarkan kerangka kerja yang dilaporkan, dana Iran sebesar USD12 miliar akan dilepaskan. Selama periode negosiasi 60 hari, USD12 miliar lebih lanjut dapat dicairkan.

Jika para pihak akhirnya mencapai kesepakatan akhir, nilai keringanan sanksi dan dana yang dilepaskan dilaporkan dapat meningkat hingga USD50 miliar (Rp894 triliun).

Namun, poin pentingnya adalah dana tersebut mungkin tidak akan dilepaskan sebagai uang tunai tanpa batasan.

Pejabat AS telah lama berpendapat uang tersebut dapat dialihkan ke Korps Garda Revolusi Islam. Sebaliknya, kesepakatan tersebut dipahami untuk membatasi pengeluaran untuk barang-barang seperti makanan dan obat-obatan.

Syarat ketiga dari AS adalah dana tersebut harus digunakan untuk membeli barang melalui pasar dan saluran keuangan yang disetujui dan terkait dengan AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Kirim Tentara ke Tel...
Kirim Tentara ke Tel Aviv, AS Bisa Terseret Perang Iran-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved