AS Kecewa Berat atas Komentar Presiden Palestina Abbas pada Putin

Senin, 17 Oktober 2022 - 17:58 WIB
loading...
AS Kecewa Berat atas...
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu di sela-sela KTT ke-6 Konferensi tentang Langkah-langkah Interaksi dan Membangun Kepercayaan di Asia (CICA), di Astana, Kazakhstan 13 Oktober 2022. Foto/Sputnik/Vyacheslav Prokofye
A A A
WASHINGTON - Gedung Putih “sangat kecewa” pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas karena telah menyuarakan ketidakpercayaan tentang upaya diplomatik Washington untuk menyelesaikan konflik Palestina dan Israel.

Abbas justru memuji sikap Rusia tentang masalah ini. Kekecewaan itu diungkapkan juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) AS mengatakan kepada Axios pada Sabtu (15/10/2022).

Pada Kamis, ketika Abbas memuji "posisi yang jelas" Rusia tentang penyelesaian damai antara Palestina dan Israel, dia menegaskan kembali dukungannya untuk apa yang disebut Kuartet di Timur Tengah, kerangka kerja mediator yang mencakup Rusia, AS, PBB, dan Uni Eropa.

Baca juga: Ukraina Klaim Putuskan Bergabung UE 1.000 Tahun sebelum Blok Itu Berdiri

Namun, Abbas mencatat bahwa Washington tidak bisa menjadi satu-satunya mediator.

“Kami tidak mempercayai Amerika dan Anda tahu posisi kami… dalam situasi apa pun kami tidak dapat menerima bahwa Amerika adalah satu-satunya pihak dalam menyelesaikan masalah,” ujar Abbas kepada Putin di sela-sela Konferensi tentang Tindakan Membangun Interaksi dan Kepercayaan di Asia di Astana, Kazakhstan.

Abbas juga memuji Rusia karena “berdiri dengan keadilan dan hukum internasional.”

Baca juga: Mantan Kanselir Austria: Kejar Solusi Damai, Kalah Bukanlah Pilihan bagi Putin

Menurut dua sumber Axios, para pejabat di pemerintahan Presiden AS Joe Biden “marah” atas pernyataan Abbas dan menyampaikan sentimen ini kepada para penasihatnya.

Juru bicara NSC mengatakan kepada outlet itu bahwa, “Kami sangat kecewa mendengar pernyataan Presiden Abbas kepada Presiden Putin.”

“Rusia TIDAK membela keadilan dan hukum internasional, sebagaimana dibuktikan oleh pemungutan suara terakhir di Majelis Umum PBB,” tegas juru bicara itu.

Juru bicara itu merujuk pada resolusi baru-baru ini yang menolak referendum di empat bekas wilayah Ukraina yang sebagian besar memilih bergabung dengan Rusia.

Juru bicara itu juga mengecam Putin sebagai “jauh dari tipe mitra internasional” yang dapat membantu menyelesaikan konflik Israel-Palestina, berbeda dengan Biden, yang “telah menunjukkan komitmen AS selama beberapa dekade untuk mencari solusi kreatif.”

Pernyataan juru bicara itu muncul sepekan setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan bertemu pejabat tinggi Palestina Hussein Al-Sheikh untuk membahas stabilitas regional.

Pertemuan ini mengikuti pembicaraan Juli antara Biden dan Abbas di mana dia mengkonfirmasi komitmennya terhadap gagasan menciptakan negara Palestina yang merdeka.

Namun, dia menjawab “tidak tepat pada saat ini” untuk pertanyaan memulai kembali pembicaraan damai antara Israel dan Palestina, yang dijawab oleh Abbas bahwa peluang untuk solusi dua negara mungkin akan hilang.

Analis menyarankan bahwa pemimpin AS itu berusaha memperbaiki hubungan dengan Palestina setelah pendahulunya Donald Trump mengejar kebijakan yang lebih menguntungkan Israel.

Rusia dan Palestina, bagaimanapun, telah memiliki hubungan yang hangat selama bertahun-tahun. Abbas telah mengunjungi Rusia lebih dari selusin kali.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Berita Terkini
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Infografis
Demo Menentang Presiden...
Demo Menentang Presiden AS Donald Trump Digelar di Penjuru Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved