Presiden Lebanon Menyetujui Kesepakatan Maritim dengan Israel

Selasa, 11 Oktober 2022 - 19:43 WIB
loading...
Presiden Lebanon Menyetujui...
Presiden Lebanon Michael Aom menyetujui kesepakatan maritim dengan Israel. Foto/Ilustrasi/Al Araby
A A A
BEIRUT - Presiden Lebanon Michel Aoun menyetujui kesepakatan akhir dari kesepakatan yang akan menyelesaikan perbatasan laut dengan Israel. Kesepakatan ini berpotensi menyelesaikan konflik selama satu dekade antara kedua negara.

"Versi terakhir dari tawaran itu memenuhi (keinginan) Lebanon, memenuhi tuntutannya dan mempertahankan haknya atas kekayaan alam," kata Kantor Informasi Kepresidenan Lebanon seperti dikutip dari Al Araby, Selasa (11/10/2022).

Kesepakatan itu akan membuka jalan bagi eksplorasi gas yang menurut para ahli merupakan cadangan lepas pantai yang berpotensi mengandung miliaran gas alam.

Menurut media pemerintah, saat Aoun meninjau persyaratan kesepakatan, eksekutif dari konglomerat energi Prancis TotalEnergies tiba di Beirut.

Baca: Pembicaraan Soal Perbatasan Maritim di Ujung Tanduk, Militer Israel Siaga

"TotalEnergies akan mulai mengeksplorasi gas di lepas pantai Lebanon setelah kesepakatan maritim ditandatangani," kata Menteri Energi Lebanon Walid Fayyad.

"Lebanon akan menjadi negara petro," tambah Fayyad.

Baik Israel dan Lebanon puas dengan ketentuan perjanjian, dengan pejabat Israel mengatakan perjanjian itu melindungi kepentingan keamanan Israel dan siap untuk "perjanjian bersejarah."

Bulan-bulan sebelumnya terlihat kesibukan diplomasi bolak-balik antara kedua negara, yang difasilitasi oleh Utusan Energi Amerika Serikat (AS) Amos Hochstein.

Baca: Mediator AS: Ada Kemajuan Dalam Pembicaraan Maritim Lebanon-Israel

Negosiasi disertai dengan tekanan militer dari milisi Hizbullah yang didukung Iran, yang mengancam tindakan jika Israel mulai mengebor di zona yang disengketakan. Sementara itu, Israel mengatakan bisa "membongkar Lebanon" jika Hizbullah bertindak melawannya.

Lebanon khususnya membutuhkan kesepakatan, baik untuk membantunya keluar dari krisis ekonomi selama tiga tahun dan untuk mengatasi kekurangan energi domestiknya. Saat ini, Lebanon hanya dapat menyediakan hingga beberapa jam energi negara dalam sehari.

Israel telah menandatangani kontrak dengan konglomerat energi Yunani, Energean, yang telah menjanjikan gas pertamanya dari Karish pada musim gugur 2022.

Para ahli telah memperingatkan bahwa Lebanon tidak akan melihat keuntungan dari gas lepas pantai setidaknya selama delapan tahun, sebagian karena tingginya biaya eksplorasi dan ekstraksi di muka.

Baca: Israel: Serangan Hizbullah di Ladang Gas dapat Picu Perang

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
Berita Terkini
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved