Pesawat Sarat Amunisi Tergelincir Picu Kebakaran Dahsyat di Lapangan Terbang Crimea

Minggu, 02 Oktober 2022 - 15:17 WIB
loading...
A A A
Pada awal September, komandan tertinggi Ukraina, Jenderal Valery Zaluzhny, bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas Crimea, menyebutnya sebagai “serangkaian serangan rudal yang berhasil.”

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014.

Mantan Presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Baca: Gazprom: Eropa Kehilangan Rute Pasokan Gas Utama Tanpa Batas Waktu

(ian)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1749 seconds (10.101#12.26)