Pesawat Sarat Amunisi Tergelincir Picu Kebakaran Dahsyat di Lapangan Terbang Crimea

Minggu, 02 Oktober 2022 - 15:17 WIB
loading...
Pesawat Sarat Amunisi...
Pesawat sarat amunisi tergelincir picu kebakaran dahsyat di lapangan terbang Crimea. Foto/APA.AZ
A A A
SEVASTOPOL - Sebuah pesawat militer yang sarat dengan amunisi tergelincir dari landasan pacu di sebuah lapangan terbang di Crimea pada hari Sabtu, memicu kebakaran besar.

Foto dan video yang dipublikasikan di media sosial menunjukkan gumpalan asap hitam tebal mengepul di atas area di mana lapangan terbang militer Balbek terletak tidak jauh dari kota pelabuhan Sevastopol. Beberapa saksi juga mengaku mendengar ledakan di daerah tersebut.

"Insiden di lapangan terbang itu disebabkan oleh sebuah pesawat militer," kata Walikota Sevastopol Mikhail Razvozhaev dalam sebuah posting di Telegram seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (2/10/2022).

Menurut walikota, mengutip layanan darurat setempat, pesawat tergelincir dari landasan pacu saat mendarat dan terbakar. Kemudian, Razvozhaev juga mengatakan bahwa amunisi di dalam pesawat diledakkan.

Baca: Pidato Lengkap Putin Sambut Bergabungnya 4 Wilayah Ukraina ke Rusia

"Pilot pesawat berhasil selamat," kata walikota.

Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Pihak berwenang mengatakan api segera dipadamkan, menambahkan bahwa lapangan terbang itu sendiri tidak rusak.

Perkembangan itu terjadi di tengah konflik militer yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Semenanjung Crimea, yang memisahkan diri dari Ukraina setelah kudeta bersenjata di Kiev pada 2014 dan memberikan suara terbanyak dalam referendum untuk bergabung dengan Rusia, telah mengalami beberapa insiden besar selama konflik.

Ledakan dahsyat di dekat gudang amunisi Rusia mengguncang desa Mayskoye di timur laut Crimea pada Agustus, sementara di awal bulan lapangan udara militer Saki mengalami serangkaian ledakan yang melukai 14 orang dan menewaskan satu orang. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut serangan itu sebagai tindakan “sabotase.”

Baca: Rusia Hentikan Pengiriman Gas ke Italia

Pada awal September, komandan tertinggi Ukraina, Jenderal Valery Zaluzhny, bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas Crimea, menyebutnya sebagai “serangkaian serangan rudal yang berhasil.”

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014.

Mantan Presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Baca: Gazprom: Eropa Kehilangan Rute Pasokan Gas Utama Tanpa Batas Waktu

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Iran Ekspor 40 Juta...
Iran Ekspor 40 Juta Barel Minyak Sejak Teken MoU dengan AS, Harga Dinaikkan 20%
Rekomendasi
Menhut Raja Juli Bakal...
Menhut Raja Juli Bakal Kooperatif soal Pengusutan Kasus Bupati Kuansing
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan KKP Perkuat Penyediaan Energi bagi Nelayan
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved