Keras, Sekjen PBB: Ancaman Nuklir Rusia Tidak Dapat Diterima!

Jum'at, 23 September 2022 - 07:51 WIB
loading...
Keras, Sekjen PBB: Ancaman...
Sekjen PBB Antonio Guterres mengeluarkan teguran keras kepada Rusia atas ancaman nuklir Presiden Vladimir Putin. Foto/The Guardian
A A A
NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, mengeluarkan teguran keras kepada Rusia atas ancaman nuklir yang disebutnya benar-benar tidak dapat diterima.

Ia juga mengecam rencana Rusia untuk mencaplok bagian-bagian Ukraina sebagai pelanggaran terhadap piagam PBB dan hukum internasional.

Guterres berbicara pada awal pertemuan Dewan Keamanan PBB sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin meningkatkan taruhannya dalam invasi ke Ukraina, mengumumkan mobilisasi parsial dan mengancam penggunaan senjata nuklir "jika integritas teritorial negara kita terancam".

Putin juga menyetujui referendum di empat wilayah Ukraina yang dimaksudkan untuk membuka jalan bagi pencaplokan, meningkatkan prospek bahwa ia kemudian akan menganggap operasi Ukraina untuk merebutnya kembali sebagai ancaman terhadap “integritas teritorial” Rusia.

“Gagasan konflik nuklir, yang dulu tidak terpikirkan, telah menjadi bahan perdebatan. Ini sendiri sama sekali tidak dapat diterima,” ujar Guterres.

"Saya juga sangat prihatin dengan laporan rencana untuk mengatur apa yang disebut referendum di wilayah Ukraina yang saat ini tidak berada di bawah kendali pemerintah," katanya.

Baca: Apa yang Akan Terjadi Jika Putin Nekat Pencet Tombol Serangan Nuklir?

“Setiap pencaplokan wilayah suatu negara oleh negara lain yang dihasilkan dari ancaman atau penggunaan kekuatan adalah pelanggaran terhadap piagam PBB dan hukum internasional,” ia menambahkan seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (23/9/2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Berita Terkini
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved