Negara Paling Aman di Dunia Ini Gagalkan Serangan Teror Pertamanya

Jum'at, 23 September 2022 - 07:33 WIB
loading...
Negara Paling Aman di...
Islandia berhasil menggagalkan rencana serangan teror oleh tersangka ekstrimis sayap kanan. Foto/Daily Mail
A A A
REYKJAVIK - Polisi Islandia telah menangkap empat orang tersangka 'ekstremis sayap kanan' sebagai bagian dari serangan anti-teror besar-besaran.

Para pejabat di negara pulau kecil itu mengatakan mereka menemukan beberapa senjata semi-otomatis yang dicetak dengan printer 3D dan 'ribuan' amunisi selama penggerebekan di sembilan lokasi berbeda kemarin.

Komisaris polisi nasional negara itu mengatakan sedang menyelidiki 'persiapan serangan teroris' yang dapat ditargetkan terhadap parlemen negara itu dan 'berbagai lembaga masyarakat'.

Polisi mengatakan keempat tersangka yang merupakan warga Islandia itu ditangkap di Kopavogur, pinggiran Ibu Kota Reykjavik, dan kota barat daya Mosfellsbaer, sebagai bagian dari operasi skala besar yang melibatkan 50 petugas.

Menurut salah satu surat kabar lokal, mereka yang ditangkap diyakini memiliki hubungan dengan kelompok ekstremis sayap kanan Nordik.

Diyakini ini adalah penangkapan anti-teror pertama dalam sejarah Islandia. Dua dari empat pria yang menjadi tersangka masih ditahan hari ini.

Baca: Abaikan Paus Fransiskus, Uskup Belgia Akan Berkati Pasangan Sesama Jenis

"Asal dari operasi polisi kemarin adalah dalam konteks penyelidikan persiapan serangan teroris," kata Komisaris Nasional Polisi Islandia, Karl Steinar Valsson, pada konferensi pers seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (23/9/2022).

Sementara potensi motif dari para tersangka tidak diketahui, menurut Valsson diyakini berbagai lembaga masyarakat dan warga negara telah menjadi target, mungkin termasuk parlemen dan polisi itu sendiri.

Polisi juga mengatakan mereka sedang menyelidiki hubungan antara orang-orang itu dan organisasi-organisasi ekstremis dan bahwa mereka berhubungan dengan pihak berwenang asing.

"Sejauh yang kami tahu, ini adalah pertama kalinya penyelidikan jenis ini diluncurkan (di Islandia)," ujar Valsson.

"Aman untuk mengatakan bahwa masyarakat kita lebih aman daripada sebelumnya," katanya seperti dikutip The Guardian.

"Kami baru saja memulai beberapa pekerjaan dan menyita sejumlah besar telepon dan komputer dan hal-hal lain semacam itu. Semua pekerjaan itu masih dalam tahap awal," dia menambahkan.

Baca: Tekuni Ojol Makanan di 5 Aplikasi, Wanita 22 Tahun Raup Rp17 Juta Seminggu

"Kami mengambil langkah-langkah tertentu saat kami mengendalikan situasi. Tentu kami tidak ingin membeberkan apa persisnya tanggapan polisi," ujarnya.

“Pada puncaknya, ada sekitar 50 personel polisi yang ikut dalam operasi polisi tersebut. Dengan mereka, kami pikir kami telah membahas apa yang kami selidiki dan tidak berpikir ada bahaya dalam bepergian," imbuhnya.

Menurut surat kabar Islandia, Stundin, sumber-sumber mengklaim hubungan para tersangka itu dengan kelompok-kelompok ekstremis di negara-negara Nordik lainnya dan di bagian lain Eropa sedang diselidiki.

Stundinmenambahkan bahwa diperkirakan banyak senjata telah dibawa ke Islandia dan polisi percaya bahwa mereka sendirilah yang menjadi target utama serangan itu.

Negara kecil berpenduduk 375.000 orang telah menduduki puncak Global Peace Index sejak dimasukkan dalam peringkat pada tahun 2008 dan dianggap sebagai 'negara paling aman di dunia'.

Kekerasan jarang terjadi, dibuktikan dengan salah satu tingkat kejahatan terendah di dunia, meskipun lonjakan kejahatan kekerasan dalam beberapa tahun terakhir telah mengkhawatirkan pihak berwenang.

Baca: Unjuk Rasa Besar-besaran Guncang Brussels, Kecam Biaya Hidup Tinggi

Polisi di Islandia telah memantau munculnya kelompok neo-Nazi yang dikenal sebagai Gerakan Perlawanan Nordik, yang telah mengembangkan pengikutnya.

Sebuah laporan oleh Kantor Komisaris Polisi Nasional yang diterbitkan tahun lalu mengatakan organisasi itu bisa menjadi ancaman.

"Jelas bahwa Gerakan Perlawanan Nordik berada di bawah kelompok ekstremis sayap kanan yang dianggap oleh Norwegia dan Swedia. penyebab keprihatinan," laporan itu menambahkan.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penembakan Guncang Masjid...
Penembakan Guncang Masjid Terbesar San Diego AS, 5 Tewas, Termasuk 2 Tersangka
11 Fakta Menarik Islandia...
11 Fakta Menarik Islandia yang Disebut Akan Jadi Negara Bagian AS ke-52
Selain Greenland, Islandia...
Selain Greenland, Islandia Disebut Bisa Jadi Negara Bagian AS ke-52
Setelah Menarget Greenland,...
Setelah Menarget Greenland, Negara Mana yang Dibidik Trump?
Ahmed, Muslim yang Jadi...
Ahmed, Muslim yang Jadi Pahlawan Tragedi Bondi, Diberi Hadiah Rp41,7 Miliar
PM Australia Jenguk...
PM Australia Jenguk Muslim yang Melawan Penembak Massal: Ahmed, Anda Pahlawan!
Pengamat Dorong Densus...
Pengamat Dorong Densus 88 Selidiki Profil Keluarga 68 Anak yang Terpapar Ideologi Ekstrem
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved