26 Turis Hindu Dibantai di 'Mini Swiss' Kashmir, Ini Reaksi Dunia
Rabu, 23 April 2025 - 17:39 WIB
loading...
Dunia internasional mengecam pembantaian 26 turis Hindu di padang rumput Baisaran, Kashmir. Foto/NDTV
A
A
A
NEW DELHI - Pemandangan damai di padang rumput Baisaran di Pahalgam, Jammu & Kashmir, yang kerap dijuluki "Mini Swiss" oleh warga setempat, berubah menjadi medan pembantaian pada Selasa (22/4/2025). Wilayah yang diserang itu di bawah kendali India.
Kelompok militan bersenjata dari The Resistance Front (TRF), yang disebut-sebut sebagai afiliasi Lashkar-e-Taiba (LeT), menembaki rombongan wisatawan Hindu yang tengah berwisata, menewaskan sedikitnya 26 orang dan melukai lebih dari 20 lainnya—termasuk perempuan dan anak-anak.
Serangan ini terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat di kawasan pegunungan tanpa jalan raya, yang hanya dapat diakses dengan berjalan kaki atau menunggang kuda.
Baca Juga: Kelompok Bersenjata Tembaki Turis di Kashmir yang Dikelola India, 28 Orang Tewas
Para pelaku, yang diduga berasal dari kelompok yang didukung Pakistan, menyergap para wisatawan yang sedang berpiknik, menembakkan peluru selama 15 hingga 20 menit, sebelum melarikan diri ke dalam hutan lebat melalui jalur perbukitan sempit.
Pallavi Rao, salah satu korban selamat, menceritakan bagaimana suaminya, Manjunath Rao, ditembak mati di depan putra mereka.
“Saya berkata pada mereka, ‘Kalian sudah bunuh suami saya. Bunuh kami juga'. Salah satu dari mereka menjawab, ‘Kami tidak akan membunuhmu—pergilah dan sampaikan ini pada Modi,’” ucap Pallavi sambil menangis.
Pesan tersebut dianggap sebagai ancaman langsung kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dan upaya menyebarkan teror di kalangan wisatawan Hindu.
Meskipun tidak ada pasukan keamanan di padang rumput tersebut—berbeda dengan penjagaan ketat di kota Pahalgam di bawahnya—warga lokal Muslim dilaporkan turut membantu para wisatawan.
“Beberapa warga Kashmir mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan kami,” ujar seorang turis dari Mumbai. Mereka membantu membawa korban ke bawah menggunakan tandu darurat karena ambulans tidak bisa mencapai lokasi.
Kecaman dan ucapan belasungkawa mengalir dari komunitas internasional atas serangan teror yang menewaskan sedikitnya 26 orang turis Hindu tersebut.
Menyatakan dukungan Israel terhadap India dalam memerangi terorisme, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan rasa sedih mendalam atas serangan mengerikan tersebut.
"Sahabatku @narendramodi, saya sangat sedih atas serangan teroris barbar di #Pahalgam, Jammu & Kashmir, yang menewaskan dan melukai puluhan orang tak berdosa. Doa dan pikiran kami bersama para korban dan keluarganya. Israel berdiri bersama India dalam memerangi terorisme," tulis Kantor PM Israel di X.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan dia sangat sedih atas serangan teror di Pahalgam dan menyatakan solidaritas kepada keluarga korban, para korban luka, pemerintah, dan seluruh rakyat India.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengutuk serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.
"Sebuah serangan keji telah menghantam India, merenggut nyawa puluhan pria dan wanita dari berbagai kalangan. Kami turut berduka yang mendalam kepada keluarga para korban, dan saya menyampaikan belasungkawa yang tulus," katanya.
Kelompok militan bersenjata dari The Resistance Front (TRF), yang disebut-sebut sebagai afiliasi Lashkar-e-Taiba (LeT), menembaki rombongan wisatawan Hindu yang tengah berwisata, menewaskan sedikitnya 26 orang dan melukai lebih dari 20 lainnya—termasuk perempuan dan anak-anak.
Serangan ini terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat di kawasan pegunungan tanpa jalan raya, yang hanya dapat diakses dengan berjalan kaki atau menunggang kuda.
Baca Juga: Kelompok Bersenjata Tembaki Turis di Kashmir yang Dikelola India, 28 Orang Tewas
Para pelaku, yang diduga berasal dari kelompok yang didukung Pakistan, menyergap para wisatawan yang sedang berpiknik, menembakkan peluru selama 15 hingga 20 menit, sebelum melarikan diri ke dalam hutan lebat melalui jalur perbukitan sempit.
“Kami Disuruh Sampaikan ke Modi”
Pallavi Rao, salah satu korban selamat, menceritakan bagaimana suaminya, Manjunath Rao, ditembak mati di depan putra mereka.
“Saya berkata pada mereka, ‘Kalian sudah bunuh suami saya. Bunuh kami juga'. Salah satu dari mereka menjawab, ‘Kami tidak akan membunuhmu—pergilah dan sampaikan ini pada Modi,’” ucap Pallavi sambil menangis.
Pesan tersebut dianggap sebagai ancaman langsung kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dan upaya menyebarkan teror di kalangan wisatawan Hindu.
Meskipun tidak ada pasukan keamanan di padang rumput tersebut—berbeda dengan penjagaan ketat di kota Pahalgam di bawahnya—warga lokal Muslim dilaporkan turut membantu para wisatawan.
“Beberapa warga Kashmir mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan kami,” ujar seorang turis dari Mumbai. Mereka membantu membawa korban ke bawah menggunakan tandu darurat karena ambulans tidak bisa mencapai lokasi.
Dunia Kecam Pembantaian 26 Turis Hindu di Kashmir
Kecaman dan ucapan belasungkawa mengalir dari komunitas internasional atas serangan teror yang menewaskan sedikitnya 26 orang turis Hindu tersebut.
1. Israel
Menyatakan dukungan Israel terhadap India dalam memerangi terorisme, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan rasa sedih mendalam atas serangan mengerikan tersebut.
"Sahabatku @narendramodi, saya sangat sedih atas serangan teroris barbar di #Pahalgam, Jammu & Kashmir, yang menewaskan dan melukai puluhan orang tak berdosa. Doa dan pikiran kami bersama para korban dan keluarganya. Israel berdiri bersama India dalam memerangi terorisme," tulis Kantor PM Israel di X.
2. Italia
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan dia sangat sedih atas serangan teror di Pahalgam dan menyatakan solidaritas kepada keluarga korban, para korban luka, pemerintah, dan seluruh rakyat India.
3. Prancis
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengutuk serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.
"Sebuah serangan keji telah menghantam India, merenggut nyawa puluhan pria dan wanita dari berbagai kalangan. Kami turut berduka yang mendalam kepada keluarga para korban, dan saya menyampaikan belasungkawa yang tulus," katanya.
Lihat Juga :