Seorang Muslim Dibunuh Secara Brutal di Masjid Prancis dan Islam Dihina, Ini Respons Macron
Senin, 28 April 2025 - 06:59 WIB
loading...
Presiden Emmanuel Macron bereaksi keras setelah seorang Muslim dibunuh secara brutal di sebuah masjid di Prancis dan pelaku menghina agama Islam. Foto/Anadolu
A
A
A
PARIS - Presiden Emmanuel Macron mengatakan rasisme dan kebencian tidak akan pernah punya tempat di Prancis. Komentarnya itu sebagai respons setelah seorang Muslim ditikam puluhan kali hingga tewas di sebuah masjid pada Jumat.
Penyerang tidak hanya membunuh korban, tapi juga meneriakkan hinaan terhadap agama Islam.
"Rasisme dan kebencian berdasarkan agama tidak boleh ada tempat di Prancis. Kebebasan beribadah tidak boleh dilanggar," tulis Macron di X dalam komentar pertamanya tentang pembunuhan brutal tersebut, sebagaimana dilansir AFP, Senin (28/4/2025).
Baca Juga: Jemaah Masjid di Prancis Ditikam Puluhan Kali, Polisi Buru Tersangka
Penyerang, yang masih dalam pelarian, menikam Aboubakar Cisse, seorang pemuda Mali berusia awal 20-an puluhan kali dan kemudian memfilmkannya dengan telepon genggam sambil meneriakkan hinaan terhadap Islam. Serangan ini terjadi di sebuah masjid di La Grand-Combe, wilayah Gard.
Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou telah mengecam apa yang dia gambarkan sebagai "kekejaman Islamofobia" meskipun jaksa dalam kasus tersebut telah menekankan bahwa Islamofobia hanyalah salah satu motif yang sedang dipertimbangkan.
Sekitar 1.000 orang pada hari Minggu berbaris melintasi La Grand Combe, yang hanya memiliki 5.000 penduduk, untuk mengenang korban.
Penyerang tidak hanya membunuh korban, tapi juga meneriakkan hinaan terhadap agama Islam.
"Rasisme dan kebencian berdasarkan agama tidak boleh ada tempat di Prancis. Kebebasan beribadah tidak boleh dilanggar," tulis Macron di X dalam komentar pertamanya tentang pembunuhan brutal tersebut, sebagaimana dilansir AFP, Senin (28/4/2025).
Baca Juga: Jemaah Masjid di Prancis Ditikam Puluhan Kali, Polisi Buru Tersangka
Penyerang, yang masih dalam pelarian, menikam Aboubakar Cisse, seorang pemuda Mali berusia awal 20-an puluhan kali dan kemudian memfilmkannya dengan telepon genggam sambil meneriakkan hinaan terhadap Islam. Serangan ini terjadi di sebuah masjid di La Grand-Combe, wilayah Gard.
Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou telah mengecam apa yang dia gambarkan sebagai "kekejaman Islamofobia" meskipun jaksa dalam kasus tersebut telah menekankan bahwa Islamofobia hanyalah salah satu motif yang sedang dipertimbangkan.
Sekitar 1.000 orang pada hari Minggu berbaris melintasi La Grand Combe, yang hanya memiliki 5.000 penduduk, untuk mengenang korban.
Lihat Juga :