Unjuk Rasa Besar-besaran Guncang Brussels, Kecam Biaya Hidup Tinggi

Kamis, 22 September 2022 - 13:01 WIB
loading...
Unjuk Rasa Besar-besaran Guncang Brussels, Kecam Biaya Hidup Tinggi
Demonstran memadati jalanan Brussels, Belgia. Foto/euronews
A A A
BRUSSELS - Lebih dari 10.000 demonstran turun ke jalan-jalan di Brussels pada Rabu untuk "hari aksi nasional" untuk menuntut upah yang lebih tinggi dan harga energi yang lebih rendah.

Menurut polisi, lebih dari 10.000 orang turun ke ibu kota Belgia saat terungkap sekitar 64% warga negara itu takut mereka tidak dapat membayar berbagai tagihan.

Demonstrasi diorganisir serikat pekerja Belgia, yang mengklaim tagihan energi rata-rata untuk keluarga di negara itu telah meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari USD691 per bulan.

Baca juga: Putin: Barat ingin Pecah Belah Rusia seperti Uni Soviet

“Bukannya kami tidak ingin membayar, tetapi kami tidak dapat membayar,” ujar Thierry Bodson, ketua Federasi Buruh Umum Belgia, saat berbicara dengan ribuan aktivis serikat pekerja di Place de la Monnaie.

Sementara rata-rata keluarga Belgia hanya menghasilkan USD2.468 sebulan, Bodson menunjukkan "sama sekali tidak mungkin" bagi seseorang di bawah garis itu untuk membayar tagihan mereka.

Baca juga: NATO Sesumbar Rusia Tak Bisa Menangkan Perang Nuklir

Menyikapi rekomendasi pemerintah agar warga menggunakan lebih sedikit energi, Bodson mengatakan ini "tidak ada gunanya," karena sebagian besar orang Belgia telah mengambil semua langkah yang mungkin untuk menurunkan konsumsi energi mereka tetapi itu masih belum cukup.

Plakat yang terlihat di kerumunan membagikan sentimen Bodson dengan beberapa tulisan "Bekukan harga, bukan orang," dan "Semuanya naik kecuali upah kami."

Para pengunjuk rasa menuntut agar pihak berwenang Belgia berbuat lebih banyak untuk memerangi meroketnya harga.

Menurut demonstran, pemerintah harus menarik sumber daya tambahan dari perusahaan energi yang melaporkan rekor keuntungan tahun ini dan menghasilkan miliaran dolar sementara standar hidup rata-rata warga telah anjlok.

Bulan lalu, badan statistik Statbel Belgia melaporkan inflasi di negara itu melonjak menjadi 9,94% di tengah lonjakan harga energi, hampir mencapai rekor yang ditetapkan pada tahun 1976.

Sementara itu, Perdana Menteri Belgia Alexander de Croo memperingatkan, "Lima sampai sepuluh musim dingin berikutnya akan sulit karena rekor harga gas.”

Namun dia menyatakan, “Belgia akan mampu menanggung krisis jika kita saling mendukung di masa-masa sulit ini."

(sya)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1989 seconds (11.210#12.26)