Kasus Covid-19 Melonjak, China Lockdown Kota Berpenduduk 21 Juta

Kamis, 01 September 2022 - 17:02 WIB
loading...
Kasus Covid-19 Melonjak,...
China mengunci atau lockdown kota Chengdu yang berpenduduk 21 juta jiwa karena melonjaknya kasus Covid-19 dibawah kebijakan nol Covid. Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - Pihak berwenang di China telah mengunci atau lockdown Chengdu, kota berpenduduk 21 juta orang di barat daya, menyusul lonjakan kasus Covid-19 .

Penduduk telah diperintahkan untuk tinggal di rumah, dan sekitar 70% penerbangan telah ditangguhkan ke dan dari kota, yang merupakan pusat transit utama di provinsi Sichuan sertan pusat pemerintahan dan ekonomi.

Kebijakan itu juga membuat awal baru masa sekolah pun terpaksa ditunda, meskipun angkutan umum tetap beroperasi dan warga diizinkan meninggalkan kota jika mereka dapat menunjukkan kebutuhan khusus.

Baca juga: Infeksi Covid-19 di Xinjiang Meningkat, Turis Lokal Disebut Jadi Penyebarnya

Di bawah aturan yang diumumkan pada Kamis (1/9/2022), hanya satu anggota dari setiap keluarga yang dapat menunjukkan tes virus negatif dalam 24 jam terakhir yang diizinkan keluar per hari untuk membeli kebutuhan.

Dikutip dari Associated Press, tidak ada informasu yang dikeluarkan terkait kapan penguncian akan dicabut.

Tindakan serupa juga telah membuat jutaan orang dikurung di rumah mereka di kota timur laut Dalian, serta Shijiazhuang, Ibu Kota provinsi Hebei yang berbatasan dengan Ibu Kota Beijing.

Baca juga: Viral Video China Lakukan Tes Covid-19 pada Ikan

Chengdu telah melaporkan sekitar 1.000 kasus dalam wabah terbaru dan tidak ada kematian dari putaran terakhir transmisi domestik. Namun langkah-langkah ekstrem tersebut mencerminkan ketatnya China dalam mematuhi kebijakan "nol Covid" yang telah menimbulkan kerugian besar pada ekonomi, dengan penguncian, penutupan bisnis dan persyaratan pengujian massal.

China mengatakan langkah-langkah tersebut diperlukan untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas, yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China tengah, pada akhir 2019.

Ketakutan terjebak dalam situasi penguncian atau dikirim ke fasilitas karantina bahkan karena berada di dekat orang yang dites positif telah sangat membatasi pekerjaan, konsumsi, dan kebiasaan bepergian orang.

Baca juga: Takut Terperangkap Lockdown Dadakan, Pengunjung Mal China Berebut Keluar

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved