Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!

Jum'at, 19 Juni 2026 - 11:05 WIB
loading...
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Pete Hegseth kecam negara-negara NATO yang dia sebut hanya menumpang gratis tapi menolak membantu perang melawan Iran. Foto/USAF Staff Sgt. Madelyn Keech/US Departement of War
A A A
BRUSSELS - Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth telah mengumumkan peninjauan kehadiran militer Amerika di seluruh Eropa. Itu disampaikan dalam pidato agresifnya di hadapan sekutu NATO, di mana dia mengancam akan mengurangi jumlah pasukan Amerika di negara-negara yang paling sedikit menghabiskan anggaran pertahanan.

Hegseth, berbicara pada pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussels, menuduh beberapa negara aliansi “menumpang gratis” dan yang lainnya memalukan karena tidak mengizinkan pangkalan udara mereka digunakan oleh jet tempur AS untuk mengebom Iran saat perang 40 hari lalu.

Baca Juga: Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah

Meskipun pernyataan Hegseth disampaikan secara tertutup kepada sekelompok sekutu, termasuk menteri pertahanan baru Inggris, Dan Jarvis, pernyataan tersebut dibocorkan oleh Pentagon dalam upaya terbarunya untuk mendorong Eropa meningkatkan anggaran militer.

"Ini akan menjadi peninjauan nyata, di mana iuran tahunan NATO kita akan bergantung pada negara-negara lain yang memenuhi target pengeluaran pertahanan mereka—yang berarti bahwa di masa depan, sejauh menyangkut AS, NATO akan menjadi jalan dua arah," kata Hegseth dalam pernyataan yang dibocorkan Pentagon.

Pemerintahan Presiden Donald Trump ingin anggota NATO dari Eropa memimpin dalam mempertahankan benua mereka sendiri dari ancaman Rusia, dan secara bertahap meningkatkan pengeluaran pertahanan hingga 3,5% dari PDB pada tahun 2035. Semua anggota kecuali Spanyol pada prinsipnya telah menandatangani perjanjian tersebut pada pertemuan puncak para pemimpin tahun lalu di Den Haag.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Richard Lee Buka Suara...
Richard Lee Buka Suara usai Jadi Tersangka, Siap Bongkar Fakta di Persidangan
Berita Terkini
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved