Dalang Bom Bali Umar Patek Segera Bebas, Keluarga Korban Marah

Senin, 29 Agustus 2022 - 12:02 WIB
loading...
A A A
mantan kapten klub Phil Britten, yang beruntung bisa bertahan hidup, mengatakan dia terkejut dengan keputusan pembebasan Umar Patek.

“Siapa yang bisa merenggut begitu banyak nyawa dan hanya karena mereka berperilaku baik mendapat pengurangan hukuman dan kembali ke masyarakat,” katanya.

“Menjijikkan bagaimana itu harus terjadi sekarang, ini mengerikan," paparnya.

“Kami adalah korban lagi, korban dari sistem peradilan Indonesia, tidak pernah hilang.”

Penyintas asal Western Australia (WA) Peter Hughes dan Gary Nash berdiri di samping satu sama lain ketika bom di Paddy's Irish Bar diledakkan, berjuang melawan peluang yang tak terbayangkan untuk bertahan hidup.

Hughes, yang mengalami luka bakar hingga 50 persen dari tubuhnya, terkejut mengetahui Umar Patek akan berjalan bebas.

"Dengan peringatan 20 tahun yang akan datang, ini adalah tamparan di wajah semua orang yang kehilangan orang yang dicintai," katanya.

“Dia seharusnya mendapat hukuman mati, saya berada di ruang sidang di Jakarta memberikan pernyataan dampak korban, dan satu-satunya alasan dia turun adalah karena dia melakukan dobbed pada teman-temannya.”

Pada 12 Oktober 2002, bom 950 kilogram di ledakkan di Sari Club dan Paddy's Irish Bar di Kuta. Sebanyak 202 orang, termasuk 88 warga Australia, tewas.

Angka korban warga Australia itulah yang disebut-sebut sebagai cirikhas dari Detasemen Khusus 88 Anti-Teror (Densus 88) Polri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Gabung Aliansi 40 Negara untuk Misi Pasca-perang di Selat Hormuz
AS Sebut Sekutu NATO...
AS Sebut Sekutu NATO yang Kaya Justru Jadi Inkubator Teror
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Korut Lipat Gandakan...
Korut Lipat Gandakan Produksi Senjata Nuklir, Kim Jong Un: Ancaman Keamanan Memburuk!
Rekomendasi
Nissan Qashqai e-Power...
Nissan Qashqai e-Power Menempuh Jarak 1.300 KM dengan Tangki BBM Full
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Oman 3-0
Berita Terkini
Presiden Lebanon Kecam...
Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Infografis
Rekam Jejak dan Kontroversinya,...
Rekam Jejak dan Kontroversinya, Abu Bakar Ba'asyir Segera Bebas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved