Ratusan Orang Dievakuasi dari Terowongan Kereta Bawah Laut

Kamis, 25 Agustus 2022 - 00:17 WIB
loading...
Ratusan Orang Dievakuasi...
Ratusan orang dievakuasi dari terowongan kereta bawah laut. Foto/CNN
A A A
LONDON - Ratusan penumpang dievakuasi dari kereta Eurotunnel di bawah saluran antara Inggris dan Prancis setelah mengalami masalah teknis pada Selasa waktu setempat.

Getlink, operator yang mengelola jalur kereta api antara Coquelles di Prancis utara dan Folkestone di Inggris tenggara, mengatakan sekitar 400 orang harus meninggalkan kendaraan mereka di kereta.

Alarm di atas kereta memaksa kerumunan orang untuk meninggalkan kereta menuju terowongan beton yang bersebelahan, yang biasanya digunakan oleh pekerja pemeliharaan.

Seorang penumpang, Sarah Fellows (37) menyebut pengalaman itu mengerikan.

"Ada seorang wanita menangis di terowongan, wanita lain mengalami serangan panik yang bepergian sendirian," katanya seperti dikutip dari CBS News, Kamis (25/8/2022).

Baca juga: Uni Eropa Dilanda Kekeringan Terburuk dalam 500 Tahun, Dampaknya Mengkhawatirkan

Pelancong lain, Michael Kent, mengatakan penumpang menghabiskan beberapa jam di kereta sebelum dievakuasi ketika staf mencoba memecahkan masalah.

Penumpang lain, Michael Harrison, men-tweet foto-foto seluruh peristiwa itu, menunjukkan penumpang menunggu berjam-jam di dalam kereta yang luas dan kemudian berjalan melalui terowongan layanan sebelum akhirnya dibawa dengan bus kembali ke terminal.

Para penumpang akhirnya dipindahkan ke kereta pengganti, tetapi menghabiskan hampir lima jam di terowongan bawah laut.

Insiden itu memengaruhi kereta yang berangkat dari Calais pada pukul 15:50 waktu setempat pada hari Selasa. Kemudian kereta api dari Prancis tertunda hingga enam jam.

John Keefe, dari operator Getlink, mengatakan penumpang dibawa ke Folkestone sementara kereta dibawa keluar dari terowongan dan mereka bergabung kembali dengan kendaraan mereka.

Baca juga: Bangladesh Pangkas Hari Sekolah dan Jam Kerja untuk Hemat Listrik

"Operasi seperti ini memang membutuhkan waktu, tetapi untuk keselamatan semua orang dan harus dilakukan dengan hati-hati," katanya kepada AFP.

"Pada pukul 06:00 waktu setempat pada hari Rabu, semua orang yang terjebak dalam insiden itu telah dibawa, pengalihan dihapus, dan kami sekarang kembali ke layanan normal," tambahnya.

Terowongan Saluran, atau "Chunnel," dibuka pada tahun 1994 dan terdiri dari dua terowongan jalur tunggal dan terowongan layanan, masing-masing sepanjang 31 mil. Bagian bawah laut membentang sekitar 24 mil dan merupakan yang terpanjang di dunia.

Sejak dibuka, layanan kereta ini telah membawa lebih dari 80 juta kendaraan di kereta antar-jemput yang panjangnya hampir 800 meter.

Bulan lalu, Eurotunnel mengurangi jumlah kereta api melalui Terowongan Channel karena efek dari pemogokan kereta api nasional di Inggris, meskipun stafnya tidak bergabung dengan aksi protes.

Baca juga: Mengemudi Dalam Keadaan Mabuk, Suami Ketua DPR AS Divonis 5 Hari Penjara

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Berita Terkini
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Infografis
Dari Pengguna di Bawah...
Dari Pengguna di Bawah 18 Tahun Medsos Raup Iklan USD11 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved