Uni Eropa Dilanda Kekeringan Terburuk dalam 500 Tahun, Dampaknya Mengkhawatirkan

Rabu, 24 Agustus 2022 - 17:35 WIB
loading...
Uni Eropa Dilanda Kekeringan...
Pengunjung berjalan di dekat Danau Garda yang mongering di Italia utara, Sirmione, 16 Agustus 2022. Foto/REUTERS/Flavio Lo Scalzo
A A A
BRUSSELS - Komisi Eropa memperingatkan benua itu sedang mengalami apa yang tampaknya menjadi kekeringan terburuk dalam lima abad.

Pernyataan itu mengutip analisis baru yang dirilis Pusat Penelitian Gabungan Uni Eropa (JRC).

Laporan Agustus menyoroti dampak berkelanjutan dari cuaca ekstrem pada pertanian. Hampir setengah dari UE, atau 47%, tetap dalam kondisi peringatan karena kekurangan kelembaban di tanah.

Adapun 17% UE dalam keadaan waspada karena efek negatif cuaca terhadap tanaman. “Bersama-sama, mereka merupakan 64% dari UE,” papar pernyataan UE.

Baca juga: 182 Hari Dijajah Rusia, Ukraina Optimistis Raih Kemenangan

Para ilmuwan memprediksi penurunan hasil panen musim panas karena kondisi ekstrim, dengan kinerja pertanian biji-bijian jagung, bunga matahari, dan kedelai mencapai yang terburuk dan turun masing-masing sebesar 16%, 15%, dan 12%.

Namun, menurut JRC, ada hikmahnya dalam panen musim dingin yang melihat hasil yang agak lebih baik.
“Menurut ahli JRC, kekeringan saat ini tampaknya masih yang terburuk sejak setidaknya 500 tahun. Data akhir di akhir musim akan mengkonfirmasi penilaian awal ini,” ungkap komisi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
Berita Terkini
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved