Gunakan Twitter, Perempuan Arab Saudi Divonis Penjara 34 Tahun

Rabu, 17 Agustus 2022 - 17:15 WIB
loading...
A A A
"Dia tidak diizinkan untuk mengomunikasikan pesan itu kepada hakim," kata orang itu seperti dikutip dari media yang berbasis di Inggris itu, Rabu (17/8/2022).

Putusan banding ditandatangani oleh tiga hakim tetapi tanda tangannya tidak terbaca.

Organisasi Hak Asasi Manusia Saudi Eropa mengutuk hukuman Shehab, yang dikatakan sebagai hukuman penjara terlama yang pernah dijatuhkan terhadap aktivis mana pun. Disebutkan bahwa banyak aktivis perempuan telah menjadi sasaran pengadilan yang tidak adil yang berujung pada hukuman sewenang-wenang dan telah mengalami “penyiksaan berat”, termasuk pelecehan seksual.

Khalid Aljabri, seorang asal Arab Saudi yang tinggal di pengasingan dan saudara perempuan serta laki-lakinya ditahan di kerajaan itu, mengatakan kasus Shehab membuktikan pandangan Arab Saudi bahwa perbedaan pendapat sama dengan terorisme.

“Hukuman kejam Salma di pengadilan terorisme atas tweet damai adalah manifestasi terbaru dari mesin represi kejam MBS,” katanya, merujuk pada putra mahkota.

Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Mencuci Kakbah atas Nama Raja Salman

“Sama seperti pembunuhan (jurnalis Jamal) Khashoggi, hukumannya dimaksudkan untuk mengirim gelombang kejutan di dalam dan di luar kerajaan – berani mengkritik MBS dan Anda akan berakhir terpotong-potong atau di ruang bawah tanah Saudi,” sambungnya.

Twitter menolak mengomentari kasus ini dan tidak menanggapi pertanyaan spesifik tentang apa, jika ada, pengaruh Arab Saudi terhadap perusahaan.

Twitter sebelumnya tidak menanggapi pertanyaan The Guardian tentang mengapa pembantu senior Pangeran Mohammed, Bader al-Asaker, diizinkan untuk memiliki akun Twitter terverifikasi dengan lebih dari 2 juta pengikut, meskipun ada tuduhan pemerintah AS bahwa ia mengatur penyusupan ilegal ke perusahaan yang menyebabkan pengguna Twitter anonim diidentifikasi dan dipenjara oleh pemerintah Saudi. Seorang mantan karyawan Twitter telah dihukum oleh pengadilan AS sehubungan dengan kasus tersebut.

Untuk diketahui, salah satu investor terbesar Twitter adalah miliarder Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal, yang memiliki lebih dari 5% saham Twitter melalui perusahaan investasinya, Kingdom Holdings.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Harga Minyak Dunia Melonjak...
Harga Minyak Dunia Melonjak usai Iran Serang Israel, Brent Tembus 95 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Vespa Sprint, Primavera,...
Vespa Sprint, Primavera, dan Liberty Ditarik Kembali Masalah Lampu Depan
Berita Terkini
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved