Gunakan Twitter, Perempuan Arab Saudi Divonis Penjara 34 Tahun

Rabu, 17 Agustus 2022 - 17:15 WIB
loading...
A A A
Sementara Pangeran Alwaleed masih menjabat sebagai ketua perusahaan, kendalinya atas kelompok itu menghadapi pertanyaan di media AS, termasuk Wall Street Journal, setelah terungkap bahwa kerajaan Arab Saudi – sepupu putra mahkota – telah ditawan di Ritz Carlton di Riyadh selama 83 hari.

Insiden itu adalah bagian dari pembersihan yang lebih luas yang dipimpin oleh Pangeran Mohammed terhadap anggota keluarga kerajaan dan pengusaha lainnya, dan melibatkan tuduhan penyiksaan, pemaksaan, dan perampasan miliaran aset ke pundi-pundi Saudi.

Kasus ini juga menandai contoh terbaru tentang bagaimana putra mahkota Mohammed bin Salman menargetkan pengguna Twitter dalam kampanye penindasannya, sambil secara bersamaan mengendalikan saham tidak langsung utama di perusahaan media sosial AS melalui dana kekayaan negara Saudi, Dana Investasi Publik (PIF).

Baca juga: Pangeran Arab Saudi Investasi Rp7,3 Triliun di Rusia sejak Perang Ukraina Dimulai

Baru-baru ini, tepatnya pada bulan Mei, Kingdom Holding mengumumkan bahwa mereka telah menjual sekitar 17% dari perusahaannya ke PIF, di mana Pangeran Mohammed bin Salman menjabat sebagai ketua, seharga USD1,5 miliar. Itu, pada gilirannya, membuat pemerintah Arab Saudi menjadi investor tidak langsung yang signifikan di Twitter. Namun menurut Twitter, investor tidak berperan dalam mengelola bisnis perusahaan sehari-hari.

Sementara kasus tersebut belum mendapat perhatian luas, media AS Washington Post pada hari Selasa menerbitkan editorial pedas tentang perlakuan Arab Saudi terhadap mahasiswa Leeds dan mengatakan kasusnya menunjukkan bahwa "komitmen" yang diterima presiden pada reformasi adalah "lelucon".

Untuk diketahui, hukuman oleh pengadilan teroris khusus Arab Saudi ini dijatuhkan beberapa minggu setelah kunjungan presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ke Arab Saudi, yang telah diperingatkan oleh para aktivis hak asasi manusia dapat mendorong kerajaan untuk meningkatkan tindakan kerasnya terhadap para pembangkang dan aktivis pro-demokrasi lainnya.

"Paling tidak, Tuan Biden sekarang harus berbicara dengan tegas dan menuntut agar Nyonya Shehab dibebaskan dan diizinkan kembali ke putranya, yang berusia 4 dan 6 tahun, di Inggris, dan melanjutkan studinya di sana," bunyi editorial itu.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Influencer Andrew-Tristan...
Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi
Rekomendasi
Polda Metro Patroli...
Polda Metro Patroli ke Lokasi-lokasi Nobar Final Argentina vs Spanyol, Warga Diminta Tetap Sportif
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Kisah Ghetto Kids: Dari...
Kisah Ghetto Kids: Dari Gang Sempit Kampala ke Panggung Piala Dunia dan Berduet dengan Shakira
Berita Terkini
5 Alasan Kematian 16...
5 Alasan Kematian 16 Tentara AS Picu Perang Iran Masuk ke Babak Baru yang Berbahaya
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Berapa Banyak Jumlah...
Berapa Banyak Jumlah Tentara AS yang Tewas selama Perang Iran?
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
Pakar Militer Israel...
Pakar Militer Israel Akui Iran Berperang Melawan AS seperti Negara Adidaya Modern, Ini 4 Alasannya
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved