China Ceramahi AS tentang Demokrasi dan Kekacauan Penarikan Pasukan di Afghanistan

Selasa, 16 Agustus 2022 - 07:07 WIB
loading...
A A A
“AS dan sekutunya menduduki Afghanistan selama 20 tahun, hanya untuk melarikan diri darinya dalam penarikan yang gagal. Apa yang disebut sebagai 'pemimpin Barat' meninggalkan reputasinya dalam kehancuran ketika memutuskan membuang sekutunya dalam retret yang tergesa-gesa,” papar Wang.

Baca juga: Rusia Kejar dan Usir Pesawat Mata-mata Inggris dengan MiG-31

“Lebih penting lagi, ‘momen Kabul’ menandai kegagalan strategi hegemoni AS. Sejak akhir Perang Dingin, AS telah menginvasi dan mencampuri negara-negara di seluruh dunia dengan dalih demokrasi dan hak asasi manusia, menabur perselisihan dan memicu konfrontasi demi tujuan geopolitiknya sendiri,” ujar Wang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menunjukkan AS telah menyita aset Afghanistan senilai USD7 miliar untuk menghambat rekonstruksi dan pembangunan negara itu.

Tindakan AS itu dikecam pemerintah Taliban sebagai “pencurian.” Presiden AS Joe Biden "mencairkan" sekitar setengah dari dana pada Februari 2022, hanya untuk tunduk pada klaim pengadilan dari warga Amerika yang menuntut kerusakan akibat terorisme.

“AS telah gagal di Afghanistan. Tapi mereka jelas belum mengambil pelajaran," ujar Wang pada Senin.

Dia mencatat, “Washington terus terlibat dalam campur tangan politik dan manipulasi di seluruh dunia atas nama demokrasi dan hak asasi manusia."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Merasakan Liburan yang...
Merasakan Liburan yang Berkesan dengan Menjelajahi Beijing dan Shanghai
AS Bombardir Jembatan...
AS Bombardir Jembatan Bandar-e Khamir Iran, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang
Lagu Kebangsaan Spanyol...
Lagu Kebangsaan Spanyol Tak Punya Lirik, Bagaimana Cara Nyanyinya?
Rekomendasi
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Mantan Wakapolri Oegroseno...
Mantan Wakapolri Oegroseno Dipanggil soal Dugaan Korupsi Lahan, Kortastipikor: Masih Penyelidikan
TNI Habema Bergerak...
TNI Habema Bergerak Lebih Cepat, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Dicegah
Berita Terkini
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved