Apa itu Virus Marburg? Virus Mematikan yang Memicu Alarm WHO

Selasa, 19 Juli 2022 - 17:49 WIB
loading...
A A A
Para pekerja laboratorium yang jatuh sakit telah melakukan kontak dengan darah, organ, atau kultur sel monyet hijau Afrika yang diimpor dari Uganda barat laut.

Marburg umumnya dianggap sebagai virus zoonosis, yang berarti ditularkan oleh hewan. Kelelawar buah dianggap sebagai inang alami dan kera rentan, tetapi karena mereka mati dengan cepat setelah terinfeksi, mereka biasanya bukan inang.

Virus ini memiliki gejala seperti sakit kepala parah, rasa tidak enak, demam tinggi, kelemahan progresif dan cepat. Sekitar tiga hari kemudian, gejalanya meliputi diare berair, sakit perut, kram, mual, dan muntah

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak di Dunia, WHO Desak Pemakaian Masker Diwajibkan Lagi

Gejala menjadi semakin parah, dan setelah sekitar lima sampai tujuh hari, banyak pasien akan mengalami demam berdarah yang parah. Kasus fatal biasanya melibatkan beberapa bentuk perdarahan.

Masa inkubasi virus Marburg biasanya antara tiga dan 10 hari.

Saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk virus Marburg, tetapi pasien menerima terapi suportif seperti mempertahankan oksigen dan tekanan darah serta mengganti darah yang hilang.

Pada awal-awal kemunculannya, wabah virus ini terjadi melalui paparan di tambang atau gua yang dihuni oleh koloni kelelawar Rousettus.

Tetapi penularan dari orang ke orang terjadi melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, terutama darah dan cairan tubuh, yang mengandung konsentrasi virus yang tinggi.

Virus Marburg juga dapat ditularkan secara seksual dan dapat tetap berada dalam air mani hingga tujuh minggu setelah pemulihan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2194 seconds (11.252#12.26)